SuaraBogor.id - Lebaran Idul Fitri tinggal menghitung hari lagi. Banyak masyarakat terutama umat muslim identik menyambut hari kemenangan dengan membeli barang-barang baru.
Dengan membeli secukupnya, kamu dapat mengalokasikan dana Lebaran untuk ditabung. Lantas, apa yang bisa dilakukan agar tak kalap mata menjelang Lebaran?
Berikut cara hindari pengeluaran berlebihan saat lebaran idul fitri:
1. Tak perlu beli baju baru
Lebaran di Indonesia identik dengan belanja baju baru. Tirto.id menyebutkan data 2017 sebanyak 61,7 persen membeli baju lebaran. Sedangkan 1 dari 3 orang merogoh kocek lebih dari 500 ribu untuk membelinya. Coba pikirkan dan tengok kembali lemarimu.
Apakah kamu betul-betul harus membeli baju baru? Jika baju di lemarimu masih mengkilau dan sangat layak, maka kamu bisa mix and match. Selain menghindari sesaknya lemari karena baju, kamu juga bisa menabung dana yang tadinya ingin kamu gunakan untuk berbelanja baju.
2. Membuat kue kering sendiri
Membeli kue kering tentu lebih mahal, apa lagi jika kamu sangat selektif dalam memilih. Apabila kamu bisa memasak, maka tak ada salahnya hempaskan rasa malasmu untuk membuatnya. Dengan begitu, kamu mengetahui kue apa yang sebaiknya kamu buat dan merupakan kesukaan anggota keluargamu.
3. Silahturahmi dengan memanfaatkan teknologi
Bersilaturahmi tak mesti dengan mengunjungi rumah kerabat dan membawakan parsel lebaran. Selain mengikuti anjuran pemerintah agar tak mudik, kamu juga bisa mengurangi mobilitas dan alokasi dana untuk membeli BBM, dengan menelpon kerabat, bercengkrama lewat video call. Di situasi pandemi ini, tentu kerabatmu paham kondisi masing-masing.
Baca Juga: Menhub Klaim Penyekatan Berlapis Efektif Turunkan Arus Mudik Lebaran
4. Hindari mengirim hampers berlebihan
Menghindari pengiriman hampers tentu akan mengecilkan budgetmu. Kirim hampers hanya untuk orang yang amat dekat denganmu. Kamu juga perlu ingat, agar mengirim hampers sesuai dengan kebutuhan si penerima. Hal itu berfungsi agar apa yang kamu kirimkan tak sia-sia.
Itu dia keempat cara mengurangi dana yang sering dikeluarkan menjelang ataupun ketika lebaran. Sudah saatnya untuk mengeluarkan dana pada hal yang sifatnya lebih esensial. Tak salah untuk menyenangkan hati orang lain, namun yang perlu diingat juga bahwa lebaran seharusnya menjadi momen untuk kembali merefleksi. Mengeluarkan secukupnya saat ini juga berguna untuk menyimpan dana saat darurat di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter, DPRD Desak Wali Kota Bogor Segera Terbitkan Perwali LGBTQ
-
Buntut Keributan Viral, Satpol PP Kota Bogor Sidak Tipzy Bears dan Sita Puluhan Botol Miras Ilegal
-
Markas Polsek Cisarua Bakal Dipindahkan ke Rest Area Puncak, Ini Alasan Bupati Bogor
-
Warga Bojonggede-Citayam Bersiap! Bupati Rudy Susmanto Agendakan Pelebaran Jalan dari Bambu Kuning
-
Rudy Susmanto Minta KPK dan Jaksa Kawal Pembebasan Lahan 2 Proyek Raksasa Bogor