- Komite dan wali murid SMK IDN Bogor mengadu ke DPRD Jawa Barat terkait pencabutan izin operasional sekolah tersebut.
- Permasalahan utama mencakup kekhawatiran siswa kelas dua belas yang terancam tidak mendapatkan ijazah akibat pembatalan izin operasional.
- DPRD Jawa Barat mendorong percepatan penyelesaian masalah perizinan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan siswa di SMK IDN Bogor.
SuaraBogor.id - Ada sebuah titik terang bagi para wali murid yang anaknya sekolah di SMK IDN atau SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor, Jawa Barat.
Polemik soal izin operasional dicabut sementara itu kini menjadi perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah mengungkapkan bahwa pertemuan ini adalah bentuk silaturahmi antara masyarakat dan wakil rakyat.
"Disampaikanlah unek-unek terkait penyelenggaraan pendidikan oleh SMK IDN yang (izinnya) dibatalkan," kata Siti Muntamah.
Kekhawatiran utama yang disampaikan komite dan wali murid adalah nasib siswa kelas 12 yang terancam tidak memiliki ijazah SMK IDN.
"Utamanya soal siswa kelas 12 yang terancam tidak memiliki ijazah SMK IDN," ujarnya.
Usulan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti dengan mendorong pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengakselerasi hal-hal yang dibutuhkan guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi, karena sejatinya persoalan utama yang terjadi menurutnya cukup mudah diselesaikan, yakni perizinan.
"Urusannya ternyata sangat sederhana, yaitu menyelesaikan urusan perizinan," ujarnya.
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar dan Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Barat, Siti mengatakan telah terjadi permufakatan agar proses penyelesaiannya dipermudah sehingga pendidikan siswa tidak terancam, dan sekolah mendapatkan kepastian.
Baca Juga: Berjuang Demi Hak Anak, Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tagih Kepastian Pendidikan ke Wakil Rakyat
"Intinya kami sebagai wakil rakyat mendengar secara langsung bahwa keinginan dari komite terhadap tuntutan-tuntutannya itu sudah dipermudah oleh pihak-pihak yang sekarang hadir untuk segera diselesaikan. Dan saya senang sekali," ucapnya.
Komite sekolah SMK IDN Bogor, menyambangi DPRD Jabar, Senin ini, untuk mengadukan permasalahan pencabutan izin lembaga pendidikan itu oleh Pemprov Jabar yang mengancam kelangsungan pendidikan para siswa, khususnya kelas XII.
Sekretaris Komite Sekolah SMK IDN Bogor Sri Malahayati menjelaskan kedatangan mereka dengan orang tua siswa berdialog dengan Komisi V DPRD Jabar, adalah untuk memperjuangkan hak keberlanjutan pendidikan para siswa di lembaga pendidikan tersebut.
"Tujuan komite dan orang tua ke sini, tetap satu tujuan yang pertama untuk memperjuangkan kepastian hak pendidikan anak-anak terutama untuk kelas 12 yang saat ini sudah di ujung masa pendidikan, dan kedua, keberlanjutan kegiatan belajar mengajar untuk kelas 10 dan 11," kata Sri di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin.
Sebelum ke DPRD Jabar dan diterima Komisi V DPRD Jabar, para orang tua siswa juga mengadukan permasalahan pencabutan izin operasional SMK IDN ke posko pengaduan hukum Pemprov Jabar di Gedung Sate Bandung, awal Maret 2026.
Kedatangan para wali murid ini di posko bantuan hukum Jawa Barat tersebut, menyusul terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar yang membatalkan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran, tepat saat siswa kelas XII tengah bersiap menghadapi ujian kelulusan.
Berita Terkait
-
Berjuang Demi Hak Anak, Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tagih Kepastian Pendidikan ke Wakil Rakyat
-
Siapa Bermain? 7 Fakta Bupati Bogor Endus Jual Beli Jabatan, Minta Audit Investigatif Dipercepat
-
Tanpa Kompromi! Bupati Bogor Instruksikan Inspektorat Pidanakan Oknum ASN Penjual Jabatan
-
Setoran Jabatan di Tingkat Kecamatan Terbongkar? 12 Saksi Diperiksa Inspektorat Bogor
-
DPRD Bogor Soroti LKPJ 2025, Bentuk 3 Pansus untuk Perkuat Pengawasan dan Aset
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Kecelakaan Depan Alfamart Ciheuleut Bogor, Mobil Seruduk Kios hingga Papan Reklame
-
Mampu Tampung 700 Sapi, Pasar Hewan Jonggol Diperkuat untuk Peternak Bogor
-
Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru
-
Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor
-
Kisah Haru PMI di Taiwan, BRI Wujudkan Pertemuan Yuni dengan Sang Ibu Setelah Satu Dekade