- Polsek Klapanunggal menangkap seorang pengedar obat keras ilegal di Desa Nambo, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 8 April 2026.
- Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang ditindaklanjuti polisi melalui penyelidikan intensif di lokasi transaksi yang dicurigai.
- Polisi menyita ribuan butir obat jenis tramadol dan trihexyphenidyl dari tangan pelaku serta penggeledahan di rumahnya.
SuaraBogor.id - Upaya pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Bogor terus digalakkan. Polsek Klapanunggal berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras ilegal dalam jumlah besar dan menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar di wilayah tersebut.
Ribuan butir obat keras ilegal disita dari tangan pelaku, menjadi bukti keberhasilan operasi ini.
"Kami jajaran Polsek Klapanunggal berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras ilegal melalui informasi dari masyarakat dengan jumlah besar," kata Kapolsek Klapanunggal, Iptu Asep Saifurrohman, kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Penangkapan pelaku dilakukan pada siang tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Operasi ini bermula dari informasi berharga yang diterima polisi dari masyarakat.
"Berbekal informasi tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dan pemantauan intensif di lokasi yang diduga menjadi titik transaksi," tutur Iptu Asep.
Melalui penyelidikan dan pemantauan yang cermat, polisi kemudian mencurigai seorang pria yang sedang berhenti di Desa Nambo. Pria tersebut kemudian diamankan oleh petugas kepolisian.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang signifikan.
"Petugas menemukan ratusan butir obat keras ilegal jenis tramadol dan trihexyphenidyl yang diduga kuat akan diedarkan," ungkap Kapolsek.
Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke kantor polisi guna penyelidikan lebih lanjut. Penggeledahan juga dilakukan di rumah pria tersebut dan menemukan ratusan obat keras ilegal lainnya.
Baca Juga: Warga Bogor Siap-Siap! Ini Bocoran Rute dan Skema Bus Listrik Gratis BojonggedeSentul
"Petugas bergerak menuju kediaman pelaku di wilayah Gunung Putri dan kembali menemukan ratusan obat keras ilegal yang disimpan di dalam kamar, memperkuat dugaan adanya aktivitas peredaran obat ilegal secara terorganisir," tukasnya.
Berita Terkait
-
Warga Bogor Siap-Siap! Ini Bocoran Rute dan Skema Bus Listrik Gratis BojonggedeSentul
-
Investasi Berdarah di Babakan Madang: Korban Dianiaya, Dirampok Rp125 Juta Pakai Uang Mainan
-
Titik Terang SMK IDN Bogor
-
Berjuang Demi Hak Anak, Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tagih Kepastian Pendidikan ke Wakil Rakyat
-
Siapa Bermain? 7 Fakta Bupati Bogor Endus Jual Beli Jabatan, Minta Audit Investigatif Dipercepat
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Lautan Manusia di Tugu Kujang, Dua Ambulans Terjebak Konvoi Kemenangan Persib di Bogor
-
Misteri Tragis Flyover Sholis Bogor, Alasan Korban Pamit Ngopi hingga Pelaku Diringkus
-
7 Fakta Pengejaran Pelaku Pembunuhan Wanita di Yasmin Bogor: Mobil Terguling hingga Sosok Korban
-
Pelaku Sudah Ditangkap, Kapolresta Bogor Kota Janji Bongkar Motif Pembunuhan
-
Mata Ditutup Kain dan Leher Disayat, Pelarian Pembunuh AAA Berakhir Tragis di Jalanan Bogor