SuaraBogor.id - Baru-baru ini Bunga Zainal mendapatkan seputar pertanyaan soal agama yang dianut, pertanyaan itu datang dari para netizen soal agama Bunga Zainal saat ini.
Saat itu, netizen menanyakan agama Bunga Zainal, ibu dua anak itu hanya memberikan jawaban normatif. Menurut Bunga, agama yang dirinya saat ini anut adalah 'Ikut Tuhan'
Bunga Zainal tolak untuk menjawab pertanyaan dari para netizen tersebut karena dirinya beranggapan bahwa agama adalah hal yang sensitif.
Namun, nyatanya permasalahan itu berbuntut panjang hingga saat ini, para netizen sendiri mengatakan bahwa Bunga Zainal murtad.
Tak terima disebut murtad, Bunga Zainal lantas memberikan jawaban menohok terhadap para netizen tersebut.
Seperti apa pernyataan Bunga Zainal selengkapnya? Dilansir dari Hops.id -jaringan Suara.com, simak artikel berikut!
Bunga Zainal tanggapi hujatan murtad
Melalui laman Instagram, Bunga Zainal membeberkan pesan DM yang didapatnya dari salah seorang warganet. Dalam pesan tersebut, Bunga disebut rela murtad demi harta.
“Lebih baik tidak bergelimang harta dan hidup sederhana daripada jadi manusia MURTAD… Lebih baik miskin di dunia daripada di akhirat. Kamu demi harta sampai-sampai MURTAD, naudzubillahimindalik,” tulis warganet.
Baca Juga: Dicibir Murtad Tinggalkan Islam, Bunga Zainal Sebar Foto Cewek Kelihatan Belahan Dada
Menanggapi hal tersebut, Bunga pun memberikan balasan menohok. Ia menyebut bahwa hidupnya ‘lebih bener’ dibandingkan dengan orang yang menghujatnya.
“Mbaknya ngatain saya murtad. Gpp minimal hidup gw lebih bener dari pada mbaknya! Abis ini saya share yang ngatain saya murtad kaya apa bentuknya.”
Bunga juga membagikan foto warganet yang diduga menyebutnya murtad. Hal ini terlihat seperti gambar berikut.
“Yang ngatain gw murtad gaya fotonya begini. Cobaaa ini foto apa??? Itunya diumbar-umbar biar apa mbaknya? Gw masih baik tuh gw tutup mukanya biar mbaknya gak dibully,” tulis Bunga dalam keterangan.”
Lebih lanjut, Bunga juga memberikan pesan agar warganet tidak terus-menerus mengurusi agama seseorang.
“Pesan saya ya! Apa pun agamamu, apa pun agamaku, biar jadi urusan masing-masing! Soalnya yang nentuin masuk surga/neraka itu bukan apa agamamu apa agamaku! Tapi kebaikan apa yang kita buat di dunia! Dan semua agama bisa masuk surga kalo kita berbuat kebaikan.”
Berita Terkait
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?
-
Subhanallah, Pemain Keturunan Indonesia Ini Akhirnya Memutuskan Percaya Allah SWT dan Pindah Agama
-
Sentil Janji 19 Juta Lapangan Kerja Gibran, Siapa Otak Sinetron Para Pencari Tuhan?
-
Sinetron Religi Para Pencari Tuhan Jilid 19 Tayang Setiap Sahur, Cerita Tetap Menyentil
-
KPK Buka Peluang Panggil OSO Usai Menag Nasaruddin Beri Klarifikasi Soal Jet Pribadi
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Sabtu 28 Februari 2026
-
Viral! Sebulan Laporan Pelecehan di KRL Bogor Menggantung, Korban Akhirnya Speak Up di Medsos
-
Bogor Dikepung Cuaca Ekstrem, Menko AHY Dorong Infrastruktur Adaptif di Kota Hujan
-
Harga Beras Mahal Akut 40 Tahun! Pakar IPB Semprot Regulasi Perlu Ditata Ulang
-
Kecelakaan Maut di Cileungsi, Pengendara Suzuki Thunder Tewas Usai Diseruduk Dump Truk Hino