SuaraBogor.id - Ratusan warga di Kampung Cingkeuk, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang terdampak longsor di Cianjur masih membutuhkan sejumlah bantuan, seperti makanan, peralatan air mandi, pakaian dan peralatan masak.
Hal tersebut diungkapkan Camat Cibeber, Ali Iskandar saat dihubungi melalui sambungan telepon soal warga yang terkena dampak longsor di Cianjur.
"Beberapa bantuan memang sudah berdatangan. Namun bantuan tersebut belum memenuhi semua kebutuhan para pengungsi, dan kami masih sangat membutuhkanya," kata dia, Sabtu di Cianjur (5/6/2021).
Saat ini, kata dia, bantuan yang paling dibutuhkan oleh ratusan warga yang tedampak longsor yaitu, seperti makanan, pakaian, peralatan mandi, dan peralatan masak.
"Kebutuhan makanan sudah ada, namun hanya cukup untuk satu hari, selain itu juga ratusan pengungsi juga membutuhkan pakaian, karena warga yang terdampak beberapa pakainnya rusak akibat tertimbun material longsor," katanya.
Ia menyebutkan, berdasarkan data terbaru dilapangan, bencana longsor itu mengakibat lima rumah warga rata dengan tanah, dan 12 lainya rusak ringan, serta membuat aliran listrik mati.
"Warga yang terdampak longsor, tercatat sekitar 313 jiwa, dan 220 orang lainnya mengungsi dan ditempatkan didua titik yang berbeda di Pondok Pesantren Assalam, dan Madrasah Islam (MI) Persis," ucapnya.
Ali menambahkan, pemerintah desa setempat saat ini sudah mendirikan dapur umum, namun masih kekurangan beberapa perlatan untuk memasak. Selain itu, BPBD, relawan, TNI/Polri bersama warga masih membersihkan material longsor.
Kontributor: Fauzi Noviandi
Baca Juga: Organisasi Pentagon Cianjur Terancam Dibubarkan, Ini Penyebabnya
Berita Terkait
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Campak? Ini Cara Aman Menghadapinya
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga
-
Ahmad Aswandi Desak Pemkot Segera Sosialisasi PSEL di Kayumanis Lebih Luas: Warga Butuh Kejelasan