Asal muasala berdirinya gereja ini untuk ibadah para 12 keluarga budak yang dimerdekaan Cornelis Chastelein. Karena pada saat itu mereka 12 keluarga setiap beribadah harus ke Jakarta.
Adapun 12 keluarga atau marga itu diantaranya Soedira, Loen, Bacas, Ishak, Leander, Laurens, Jonathans, Tholense, Samuel, Joseph, Jakob, dan Zadokh.
3. Tugu Cornelis
Masih berdiri kokoh Tugu Cornelis. Tugu itu dibangun pada 28 Juni 1814 tepat 100 tahun setelah kematian Cornelis Chastelein.
Persis di depan Gementeentee Bestuur terdapat Istana Presiden Depok. Sampai hari ini istana tersebut masih kokoh berdiri, yakni rumah tua di Jalan Pemuda No. 11 RT 04/08 Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.
Selain itu, Depok memiliki struktur pemerintahannya sendiri yakni Vergaderingen, Commissarissen, dan Bestuur, yang dipimpin oleh presiden dengan masa jabatan tiga tahun.
Setelah itu dilakukan pemilihan umum untuk menentukan siapa presiden Depok berikutnya berdasarkan suara terbanyak. Untuk menjalankan tugasnya, presiden Depok dibantu oleh sekreteris, bendahara, dan beberapa petugas.
Hingga saat ini, sejarah membuktikan bahwa Depok hanya memiliki lima presiden saja selama masa kejayaannya.
Salah satu presiden yang masih dikenang dan dapat ditunjukkan bukti keberadaannya adalah Jahonnes Matheis Jonathan, yang merupakan Presiden ke-5 sekaligus presiden terakhir di Depok pada zaman sebelum kemerdekaan Indonesia.
4. Stasiun Depok atau Stasiun Depok Lama
Baca Juga: Buru Pelaku Begal Payudara Mahasiswi di Depok, Polisi Periksa CCTV
Stasiun Depok merupakan stasiun kereta rel listrik yang terletak di Jalan Stasiun, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Stasiun yang kerap disebut Stasiun Depok Lama (Stadela) ini merupakan salah satu stasiun tertua di wilayah Jabodetabek.
Stasiun ini berada antara jalur kereta api Batavia (Jakarta)-Buitenzorg (Bogor). Stasiun Depok ini dibangun pada masa kemerdekaan.
Sebelum stasiun ini dibangun, penggunaan kareta rel listrik (KRL) antara Beos (Stasiun Kota)-Buitenzorg sudah dioperasikan sejak tahun 1930.
Pada waktu itu, KRL Batavia-Buitenzorg merupakan sistem angkutan umum massal pertama yang ramah lingkungan dan merupakan sistem transportasi paling maju di Asia.
Sementara itu, Stasiun Bogor yang terletak di Kota Bogor dibangun pada tahun 1881 seiring dengan selesainya dibangun lintas Batavia–Buitenzorg sepanjang 59 Km pada tahun 1880. Sedangkan Stasiun Beos (Stasiun Kota) di Batavia dibangun pada tahun 1870.
Tag
Berita Terkait
-
Pegawai Rutan Depok Dibayar Rp1 Juta Tiap Bawa Sabu untuk Napi
-
Dua Pegawai Rutan Depok Diduga Jadi Penyedia Sabu dan Alat Musik untuk Pesta Narkoba
-
Yusril Buka Suara Soal Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok
-
Pegawai Rutan Depok Sediakan Narkoba untuk Narapidana Berpesta, Lengkap dengan Alatnya
-
Padepopan: Sweet Escape Hadirkan Festival Musik di Tengah Terminal Jatijajar yang Tetap Beroperasi
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Diisukan Gelar Pesta Ultah di Istana Bogor, Syahganda: Itu Jamuan PM Rusia
-
Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak
-
BRI Perluas Akses Keuangan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran
-
Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan