SuaraBogor.id - Curah hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kota Bogor, tak membuat para pendukung Habib Rizieq Shihab mengurungkan niatnya untuk kembali menuntut keadilan bagi ulama besar itu.
Pantauan Suarabogor.id di sekitar ruas Jalan Pemuda, tepatnya di seberang Gedung DPRD Kota Bogor, nampak sejumlah massa pendukung Habib Rizieq, yang didominasi anak-anak berusia belasan, Jumat (18/6/2021).
Tak lama berselang. Sekira pukul 13.00 WIB massa pendukung Habib Rizieq lainnya tiba di Gedung DPRD Kota Bogor. Mereka datang dengan menggunakan satu unit mobil pick up lengkap dengan pengeras suara.
“Ayo. Kita menuntut keadilan,” ujar seorang massa pendukung melalui pengeras suara.
Massa pendukung Habib Rizieq perlahan semakin ramai. Kondisi di ruas jalan pun sesekali terhambat lantaran banyaknya massa pendukung yang mulai memadati lokasi sekitar gedung.
Seperti diketahui sebelumnya, desakan dari sejumlah pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) masih berlanjut. Sekitar ratusan orang terlihat mendatangi Balai Kota Bogor, Jumat (11/6/2021).
Tak berhenti di situ. Pantauan wartawan di lokasi, para simpatisan HRS yang mengenakan pakaian khas serba putih ini menuju kanto DPRD Kota Bogor seusai bertolak dari balai kota.
Iring-iringan massa juga tak lepas dari penjagaan ketat sejumlah petugas kepolisian. Petugas nampak mengarahkan massa agar tak melintas tepat di sisi Istana Bogor.
Mereka digiring melintas melalui Jalan Gedong Sawah kemudian muncul tepat di depan RS Salak, Jalan Jendral Sudirman Kota Bogor.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Genting, Ini Langkah Yang Akan Dilakukan Satgas Covid-19 Kota Bogor
Kemurunan massa pun terjadi. Sebagian dari ratusan massa pendukung nampak tak menerapkan protokol kesehatan. Tepatnya di barisan paling akhir iring-iringan.
Massa tersebut juga nampak beragam usia. Mulai dari yang paling tua hingga anak-anak di bawah umur. Turut menyuarakan pembebasan untuk HRS, ibu-ibu berbaju hitam juga masuk dalam barisan.
Lantaran kerumunan di sepanjang jalan tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi terhambat. Kemacetan pun sesekali terjadi karena sebagian jalan raya termakan barisan massa.
Kontributor : Regi Pranata Bangun
Berita Terkait
-
Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib
-
Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga
-
Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter
-
Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor
-
Wabup Bogor Ade Ruhandi Tak Penuhi Panggilan KPK, Pemeriksaan Dijadwalkan Ulang
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral
-
KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara
-
Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya
-
Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam
-
Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor