Andi Ahmad S
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:07 WIB
Ilustrasi Bogor Barat Akan Punya Jalur Poros Hubungkan Lebak dan Sukabumi di 2026 [Suara/HO Pemkab]
Baca 10 detik
  • Bupati Bogor merencanakan pembangunan jalur poros baru yang menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Sukabumi pada 2026.
  • Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengintegrasikan wilayah Malasari dan Cianten untuk memperluas konektivitas serta memperpendek akses menuju Sukabumi.
  • Megaproyek ini bertujuan mengakhiri isolasi geografis, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mempermudah distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

SuaraBogor.id - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi menggulirkan wacana besar untuk mentransformasi konektivitas di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana membangun jalur poros baru yang akan menghubungkan tiga kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi.

Megaproyek ini bertujuan untuk membuka isolasi geografis, menciptakan akses transportasi baru, serta menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan Bogor bagian barat yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah.

Rudy menjelaskan bahwa langkah awal dari proyek ambisius ini telah dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun anggaran 2026.

Titik krusial yang akan dikerjakan adalah pembukaan jalan yang menghubungkan wilayah Desa Malasari (Kecamatan Nanggung) dengan wilayah Cianten (Kecamatan Leuwiliang).

"Kami pun pada 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan antara Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga ekonomi bisa bergerak," ujar Rudy Susmanto, dilansir dari Antara, Selasa (2/6/2026).

Menurut Rudy, pembangunan ruas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas wilayah barat Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten dan Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat.

Ia mengaku mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah di dua wilayah tersebut untuk mewujudkan jalur poros lintas kabupaten.

"Kami mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama membangun jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi," ujarnya.

Baca Juga: Garuda Siap Hadapi Kamboja di Stadion Pakansari Akhir Juni

Rudy menjelaskan jalur tersebut akan terhubung dengan Jalan Malasari, Kecamatan Nanggung, yang saat ini sedang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai akses menuju kawasan barat Bogor.

Apabila jalur itu terwujud, masyarakat yang hendak menuju Sukabumi maupun Palabuhanratu tidak lagi harus melalui jalur tengah Kabupaten Bogor.

"Sehingga apabila jalur poros tersebut terbangun, Bogor membangun, menuntaskan, melebarkan Jalan Malasari, lalu terhubung dengan Lebak-Banten, lalu terhubung dengan Sukabumi," katanya.

Ia menilai keberadaan jalur alternatif tersebut dapat memperpendek waktu tempuh sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang selama ini relatif terisolasi.

Wacana pembangunan Poros Lebak-Bogor-Sukabumi muncul setelah pembangunan Jalan Nirmala di Desa Malasari mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.

Jalan sepanjang 18,5 kilometer itu telah membuka akses menuju kawasan wisata di kaki Gunung Halimun Salak yang sebelumnya sulit dijangkau sehingga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha warga setempat.

Load More