SuaraBogor.id - Lurah Pancoran Mas Jadi Tersangka Kasus Kerumunan Hajatan. Suganda resmi menyandang status tersangka dan diancam hukuman 6 bulan penjara.
Status lurah di Depok tersangka berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Depok ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok.
Kepala Kejari Depok Sri Kuncoro menyebutkan, status tersangka diberikan kepada Suganda terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada hajatan pernikahan putrinya yang berlangsung pada Sabtu (3/7/2021).
"Tersangka S menggelar acara resepsi pernikahan anaknya di masa pemberlakuan PPKM Darurat, sampai terjadinya aski joget-joget sebagaimana yang viral beberapa waktu lalu," paparnya kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).
Menindaklanjuti SPDP ini, Sri menunjuk lima jaksa untuk mengikuti perkembangan kasus dan berkoordinasi dengan penyidik dari Polres Depok.
Kelima jaksa ini adalah Arief Syarifanto, Ivan Rinaldi, Ardhi Haryo Putranto, Athar Bungo Ramadan dan Hengki Charles Pangaribuan.
"Sebagai bentuk keseriusan kami menangani perkara yang menarik perhatian publik ini, kami telah menunjuk 3 pejabat struktural eselon IV, safu pejabat struktural eselon V dan jaksa senior," ungkap Sri.
Saat ini, lanjutnya, tim penyidik dari Polres Depok sedang menyusun Berita Acara Penyelidikan (BAP).
Setelah berkas perkara ini diserahkan ke Kejari, pihaknya akan segera mempelajari dan meneliti terkait kelengkapan formi dan materil berkas perkara Lurah Pancoran Mas ini.
Baca Juga: Lurah Pancoran Mas Depok Jadi Tersangka Kasus Kerumunan Hajatan!
"Kalau memang berkas itu lengkap, akan segera kami lanjutkan ke tahap 2 dan segera kami limpahkan ke Pengadilan Negeri Depok," paparnya.
Rencanaya, Kejari Depok akan menggunakan acara pemeriksaan singkat untuk perkara ini, sebagaimana pasal 203 KUHAP.
"Kami ajukan singkat karena kami menganggap pembuktian dan penerapan hukumnya sifatnya mudah dan sederhana," imbuh Sri.
Sri menjelaskan, tuduhan yang diarahkan pada Suganda terkait dengan pelanggaran atas pasal 14 undang-undang tahun 1984 tentang penyakit menular.
Menurut ayat satu pasal ini, barangsiapa dengan sengaja menghalangi penanggulagan wabah sebagaimana diatur dalam UU ini diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan atau denda setiggi-tingginya satu juta rupiah.
Sementara menurut ayat 2 nya, barangsiapa dengan kealpaanya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulanganan wabah akan diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan dan atau denda setinggi-tinginya 500 ribu rupiah.
Berita Terkait
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Pengeroyok Anggota TNI di Stasiun Depok Ternyata Mabuk, Satu Pelaku Masih Buron!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga