Salah satu rekan Masudin, Rony, yang juga salah satu jurnalis mengaku sangat kehilangan. Rony mengaku terakhir bertemu dengan Masudin satu minggu yang lalu. Saat ini dia sempat melihat sang terapis ini sakit dan terbaring di rumahnya.
“Waktu itu beliau sakit, saya mau bertamu akhirnya pulang, biar istirahat dulu. Itu terakhir kali saya bertemu, setelah itu saya terima kabar duka Mr Masudin meninggal, antara kaget dan tidak percaya,” ungkapnya, Selasa (13/7/2021) siang.
Hal senada diungkapkan oleh salah satu pengusaha asal Kecamatan Perak, Juliono. Pria yang akrab disapa Haji Juli ini mengaku sangat kehilangan sosok Masudin, pria yang banyak memiliki kelebihan dan jiwa sosial yang tinggi.
Kata dia, sejauh ini, apa yang dikerjakan Masudin tidak lepas dari kegiatan sosial. Mulai dari membangun Masjid, jalan dan membangun ratusan rumah orang kurang beruntung.
“Dia orangnya sangat baik, suka menolong, membangun Masjid, hasil kerjanya tidak dipakai dirinya sendiri, melainkan sebagian buat membantu orang yang membuahkan, membangun jalan, bedah rumah, banyak sekali yang dia lakukan, kami turut berduka dan sangat kehilangan,” ujarnya.
Nama Masudin sendiri mulai dikenal sejak sekitar tahun 2012 silam. Saat itu Masudin pertama kali menerima penghargaan dan memecahkan rekor MURI sebagai seorang terapi tercepat.
Sejak saat itu, sejumlah pasien dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri mulai datang. Terapi syaraf telingan Masudin dikenal dengan terapi kelas ‘sultan’.
Namun, tidak demikian sebenarnya. Sebab, semasa hidupnya, mendiang tidak selalu memasang tarif yang sama untuk para pasien. Kadang pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, dirinya mematok tarif yang mahal. Namun sebaliknya, tak jarang pasien yang kurang mampu malah digratiskan.
Bahkan, sebagian besar penghasilanya itupun selalu dia gunakan untuk kegiatan sosial.
Baca Juga: Ditanya Soal Krisis Oksigen Hingga Pasien Meninggal, Ini Jawab Dirut Baru RSUP Dr Sardjito
Berita Terkait
-
Kenang Guruh Soekarnoputra, SBY Cerita Momen saat Keduanya Berbagi Kanvas di Pameran Lukisan
-
Wakili Keluarga di Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rano Karno: Mas Guruh Cinta Indonesia Tanpa Gaduh
-
Prabowo Sampaikan Duka untuk Guruh Soekarnoputra Lewat Sketsa Wajah Menyentuh di Instagram
-
Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai
-
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana
-
Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian
-
IMSO ke-23 Digelar di Depok, 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika dan Sains
-
Imbas Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Dirjen PAS Minta Semua Bangunan Liar Dibongkar
-
KPK Pasang Mata di Lapas Cibinong, Buka Peluang Usut Dugaan Korupsi