- DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Ketua KPU Kota Bogor, Muhammad Habibi, karena pelanggaran kode etik.
- DKPP mengesahkan legal standing pengadu dan menegaskan kewenangannya penuh dalam mengadili perkara tersebut.
- KPU RI diperintahkan melaksanakan putusan DKPP maksimal tujuh hari, diawasi oleh Bawaslu setempat.
SuaraBogor.id - Integritas penyelenggara pemilu adalah fondasi utama demokrasi. Di Kota Bogor, fondasi ini diuji dengan kasus pelanggaran kode etik yang melibatkan pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) baru saja menggelar sidang pembacaan putusan yang menggemparkan.
Dalam sidang tersebut, Majelis DKPP menyatakan bahwa Muhammad Habibi, selaku Ketua sekaligus Anggota KPU Kota Bogor, terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu.
Berikut adalah 5 poin penting yang wajib kamu tahu mengenai putusan DKPP ini:
1. Sanksi Paling Tegas: Pemberhentian Tetap untuk Ketua KPU Kota Bogor
DKPP menjatuhkan sanksi paling berat pemberhentian tetap kepada Muhammad Habibi sebagai Ketua merangkap Anggota KPU Kota Bogor.
Ini adalah sanksi tertinggi yang bisa dijatuhkan DKPP, menunjukkan tingkat pelanggaran yang serius.
"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Teradu Muhammad Habibi selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kota Bogor terhitung sejak putusan ini dibacakan," ucap majelis dalam sidang putusan dilansir dari tayangan live di akun YouTube, DKPP RI, Senin 9 Februari 2026.
2. Terbukti Langgar Kode Etik & Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu
Baca Juga: Ketua KPU Kota Bogor Muhammad Habibi Dipecat DKPP: Terbukti Langgar Kode Etik Pemilu
Inti dari putusan ini adalah fakta bahwa Muhammad Habibi terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu.
Meskipun detail pelanggaran tidak disebutkan dalam berita ini, temuan DKPP menjadi dasar yang kuat untuk penjatuhan sanksi.
Pelanggaran kode etik oleh pejabat publik, apalagi dalam konteks pemilu, dapat merusak kepercayaan publik secara luas.
3. Legal Standing Pengadu Sah, DKPP Berwenang Penuh Mengadili
DKPP juga menegaskan bahwa pihak pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) yang sah dalam mengajukan aduan ini, serta DKPP berwenang penuh untuk mengadili perkara tersebut.
Poin ini penting untuk menunjukkan bahwa proses hukum telah berjalan sesuai prosedur dan tidak ada keraguan terhadap legitimasi putusan DKPP.
4. KPU RI Diperintahkan Laksanakan Putusan Maksimal 7 Hari
Berita Terkait
-
Ketua KPU Kota Bogor Muhammad Habibi Dipecat DKPP: Terbukti Langgar Kode Etik Pemilu
-
Gak Bikin Napas Meronta-ronta! Rute Gowes Sepeda Cibinong-Sentul Ini Cocok Banget Buat Pemula
-
Hanya Tersisa Sandal Sejak Selasa, Jasad Oding Akhirnya Ditemukan 1 KM dari Lokasi Hilang
-
Ini Alasan Jalan Berlubang di Bogor Tak Kunjung Diperbaiki
-
3 Rekomendasi Rute Gowes Sepeda di Cibinong Bogor, Cocok Buat Healing & Olahraga untuk Gen Z
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Ketua DPRD Kota Bogor Hadir Meriahkan HJB ke 544 dengan Gowes Bareng Bogor Hujan Onthel
-
Kabar Baik Bagi Warga Bogor! Lebih dari 1.000 Rumah Layak Bakal Dibangun Lewat Aspirasi Gerindra
-
Diresmikan Presiden Prabowo, Tiga Ruas Jalan Inpres di Kabupaten Bogor Rampung Diperbaiki
-
Tembus Rest Area Puncak, Ini Rute Kereta Api yang Sedang Dikaji Pemkab Bogor
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas