SuaraBogor.id - Komedia Pandji Pragiwaksono ejek Jokowi. Dia diketahui mengejek Presiden Joko Widodo bersama temannya, hal itu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak salah satunya dari eks Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Menanggapi hal itu, Ferdinand Hutahaean dengan keras menyebut bahwa Komedia Pandji Pragiwaksono tidak ada apa-apanya dibandingkan burung.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Jumat 23 Juli 2021, menilai tai burung lebih berharga dibanding Pandji dan Youtuber yang telah menghina Jokowi tersebut.
“Bagi saya, taik burung lebih berharga daripada bocah ini berdua,” cuit Ferdinand Hutahaean, disitat Suarabogor.id dari Terkini.id jaringan Suara.com, Sabtu (24/7/2021).
Pasalnya, kata Ferdinand, tai burung masih bisa menyuburkan tanah. Sementara, Pandji dan sang Youtuber menurutnya tidak berguna sama sekali.
“Taik burung masih bisa menyuburkan tanah, sementara 2 bocah ini ngga ada gunanya sama sekali,” tegasnya.
Kicauan Ferdinand Hutahaean tersebut menanggapi unggahan potongan video seorang netizen pengguna Twitter, Is_tanj yang membagikan video Pandji dan Youtuber itu mengejek Presiden Jokowi.
Sang netizen dalam narasi unggahannya menyebut Pandji gila lantaran telah menghina seorang kepala negara demi mendukung Anies Baswedan menjadi presiden.
“Gila nih bocah menghina kepala negara pandji, begini amat pengen anies jadi presiden,” tulis netizen Is_tanj.
Baca Juga: Jokowi Ucapkan Selamat kepada Windy Cantika Peraih Medali Pertama di Olimpiade Tokyo 2020
Dalam video unggahan netizen itu, tampak Pandji Pragiwaksono tengah berbincang lewat virtual bersama seorang Youtuber.
Ia pun mengungkapkan penilaiannya terhadap Presiden Jokowi. Menurut Pandji, jika pemerintah memiliki grup WhatsApp maka kerja Jokowi hanya melihat-lihat grup tersebut dan enggan ikut nimbrung.
“Gue tuh selalu ngerasa, Pak Jokowi itu kayakkk, kalau misalkan kementerian atau pemerintah tuh punya grup WhatsApp kerjanya ngelihatin doang, gak pernah ikut nimbrung. Dia bingung nih, ‘gua mau ngomong apa’,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi
-
Jokowi Diminta Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Serahkan Keputusan ke Hakim
-
Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi
-
Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo
-
Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor