Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Senin, 09 Agustus 2021 | 13:46 WIB
Relawan berjalan untuk memeriksa kesehatan ibu menyusui penyintas COVID-19 di RW 07 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Perwakilan WHO untuk Rusia, Melita Vujnovic, menyebutkan vaksinasi dan langkah-langkah keamanan seperti menggunakan masker sangat penting dalam memerangi corona Delta Plus.

“Kami perlu melakukan upaya dalam waktu singkat, jika tidak, akan ada penguncian," ujar Vujnovic. Sejauh ini para ilmuwan masih melakukan penelitian terhadap mutasi baru dari varian Delta tersebut.

Padahal sebelumnya varian Delta sejauh ini telah ditemukan di 85 negara, menurut para ahli kesehatan, dan telah menjadi biang kerok di balik lonjakan kasus di Afrika Selatan. Bahkan, para ahli penyakit menular di Afrika Selatan percaya negara itu sudah mengalami gelombang ketiga infeksi karena varian Delta.

Sejauh ini diketahui ada dua mutasi bertingkat yakni L452R dan P871R yang terjadi pada varian delta. Mutasi ini merupakan strain dominan virus corona di India dan Afrika Selatan.

Baca Juga: Gegara Varian Delta, Kasus Covid-19 di China Meningkat Lagi

Mutasi khusus tersebut menambah efisiensi transmisi yang lebih tinggi sehingga varian delta dapat menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lain atau dapat masuk ke dalam sel jauh lebih efisien dibandingkan dengan strain lain yang ada.

Demikian penjelasan gejala corona varian delta plus, mutasi dari varian delta yang menyebabkan ledakan kasus Covid-19 di beberapa negara.

Load More