SuaraBogor.id - Peristiwa pelajar tewas dibacok dan ditusuk di Kota Bogor mendapatkan perhatian dari anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri.
Menurutnya, padahal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor baru saja dilaksanakan, namun sudah ada satu orang pelajar tewas.
Pelajar tewas di bacok itu berinisial RMP (18), dia diketahui dikeroyok, ditusuk dan dibacok oleh sekelompok orang tidak dikenal yang konon merupakan pelajar Kota Bogor juga.
Pria yang akrab disapa ASB ini mengaku sangat menyayangkan atas meninggalnya satu orang siswa Kota Bogor itu.
"Tentunya kami mengecam kantor cabang dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor, atas penusukan dan pembacokan yang mengakibatkan satu pelajar Kota Bogor meninggal dunia," katanya, mengutip dari Ayojakarta -jaringan Suara.com, Kamis (7/10/2021).
Setelah peristiwa itu, ASB menilai perlu adanya evaluasi yang harus dilakukan kepada KCD Provinsi Jawa Barat, sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
ASB menilai, KCD tidak mampu berkordinasi dan berkomunikasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor atas peristiwa yang menewaskan satu orang pelajar tersebut.
"Seharusnya KCD memaksimalkan fungsi pengawasan dan pembinaan kepada pelajar agar kejadian seperti ini tidam terjadi. Ini adalah kegagalan KCD," tegasnya.
Tak berhenti sampai disitu, ASB juga menyoroti keberadaan Taman Palupuh yang sering dijadikan sebagai tempat untuk tawuran.
Menurut politisi partai persatuan pembangunan (PPP) ini, Pemkot Bogor sudah lalai menjaga keamanan taman-taman di Kota Bogor.
"Untuk itu kami meminta agar Pemkot Bogor menambah jumlah personel park ranger di sejumlah taman-taman yang ada di Kota Bogor. Karena tawuran pelajar kerap kali terjadi di sejumlah taman kota yang ada di Kota Bogor," ungkapnya.
Terkait dengan keberadaan Taman Palupuh sendiri, Gus M meminta agar Pemkot Bogor merubah fungsi taman yang berada disekitaran SMAN 7 tersebut, menjadi PSU selain taman.
Sebab, sejauh ini keberadaan Taman Palupuh hanya menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk kongkow dan melakukan tindakan kriminalitas.
"Itu taman lebih baik diganti menjadi PSU yang lebih bermanfaat. Itu sudah tidak benar keberadaannya karena hanya menimbulkan mudharat," tegas Gus M.
Atas adanya kejadian ini, Gus M pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungannya.
Ia meminta agar masyarakat sesegera mungkin melaporkan kepada aparat yang berwajib jika menemukan adanya kumpulan-kumpulan pelajar.
Sebab hal tersebut bisa meminimalisir terjadinya kejadian kriminalitas.
"Kordinasi Aparatur keamanan bersama RT dan RW kembali harus ditingkatkan dgn mengajak peran serta seluruh lapisan masyarakat baik OKP, Ormas dan Muspika. Kalau ini dibiarkan, maka pembunuhan yang dilakukan oleh pelajar akan menjadi hal yang biasa dan lumrah," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, RMP pelajar berusia 18 tahun warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, tewas dikeroyok orang tidak dikenal di Jalan Palupuh Raya, tepatnya di Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara, Rabu 06 Oktober 2021 malam.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi, saat itu korban tengah berada di Taman Palupuh. Secara tiba-tiba gerombolan pelaku sebanyak tiga motor datang menghampiri korban dan menghabisinya.
Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra membenarkan peristiwa pengeroyokan tersebut. Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.
"Sebelum pembacokan dan penusukan terjadi, korban dan gerombolan pelaku sempat cekcok adu mulut," katanya saat dikonfirmasi.
Akibat luka tusuk dan bacokan yang dilakukan gerombolan pelaku, mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi. "Korban mengalami luka tusuk dan luka bacok di bagian dada," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker
-
DPRD Kota Bogor Bahas Program dan Target PDAM Tirta Pakuan untuk Tahun 2026
-
7 Fakta Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mahasiswa Jelang Skripsi
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
DPR Desak Proses Pidana Oknum Brimob dalam Kasus Tewasnya Pelajar di Maluku Tenggara
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Polda Metro Jaya Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Mafia Tanah Program PTSL
-
Potret Perjuangan dan Tantangan Penanganan Kebakaran TPA Galuga
-
Dukung Arahan Presiden, BRI Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi
-
Ada Apa di BPN Kabupaten Bogor? Tim Ditreskrimum dan Brimob Bersenjata Tampak Siaga di Lokasi
-
Dampak Kebakaran TPA Galuga, 450 Ton Sampah Kota Bogor Tertahan di Truk Pengangkut