SuaraBogor.id - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Bogor, Jawa Barat. Disela-sela pemantauan, politisi PAN tersebut tertawa melihat ada siswa yang sedang tidur saat proses pembelajaran.
Sekedar diketahui, Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di berbagai tingkat sekolah di Kota Bogor memasuki pekan kedua sejak dimulai, Senin 4 Oktober 2021 lalu.
Bima Arya secara langsung meninjau pelaksanaan PTM Terbatas di SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School (BPIBS) yang berlokasi di Jalan Cimanggu Permai, Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi dan Kepala Sekolah SMP BPIBS, Mardanih serta jajaran, Bima Arya secara langsung mengecek fasilitas protokol kesehatan (prokes) di beberapa kelas.
Usai meninjau, Bima Arya menyampaikan apresiasi kepada SMP BPIBS yang dengan cepat dalam membangun sistem, di antaranya penerapan prokes, antisipasinya lengkap mulai dari sistem karantina, hingga ada tim kesehatan khusus. Bahkan, semuanya sudah divaksin.
“Tinggal bagaimana mitigasinya agar lebih cepat jika terjadi sesuatu. Jika ada yang memiliki gejala sedikit saja, tindakannya harus cepat dan harus dipisahkan. Para siswanya tidak hanya diarahkan menerapkan prokes tetapi juga dibuat agar tetap happy dan diberikan motivasi agar imunitasnya tetap terjaga. Semoga sistem yang ada bisa tetap dijaga karena school boarding ini yang paling rawan,” kata Bima Arya.
Selain itu kata dia, pihak sekolah menyiapkan sistem isolasi. Selama mengikuti PTM para siswa tidak diizinkan untuk keluar dan para orang ataupun yang mengantar tidak diizinkan untuk masuk.
Kepala Sekolah SMP Bintang Pelajar Islamic Boarding School, Mardanih menjelaskan, prosedur yang diterapkan pihaknya pada intinya fokus dalam menerapkan prosedur prokes secara ketat, khususnya pada saat check in.
“Pada saat check in kita menerapkan prosedur yang sangat ketat. Sebelum anak-anak masuk, mereka menjalani double screening, H-2 tes antigen di rumah dan menjalani antigen lagi ketika sampai di sini, ini untuk menghindari keterangan negatif palsu. Orang tua mengantar secara drive thru dan tidak ikut masuk,” jelas Mardanih.
Baca Juga: 85 SD Di Sleman Mulai Uji Coba PTM, Akan Ada Swab Sampling
Berita Terkait
-
PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR
-
Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah
-
Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi
-
Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang
-
Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Usut Kasus Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor, KPK Panggil Wabup Jaro Ade
-
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Bobotoh Persib 16 Tahun di Bogor
-
Dikenal Baik dan Sopan, Bobotoh 16 Tahun yang Tewas di Bogor Bikin Teman Sekampung Tak Percaya
-
Pesan Terakhir Bobotoh Persib 16 Tahun Sebelum Tewas: 'Berangkat ya, Van'
-
Pulang Nonton Persib, Bobotoh 16 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Jalan Raya Jakarta - Bogor