SuaraBogor.id - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta agar potensi wanita dan ibu rumah tangga diperhatikan. Sebab, itu merupakan sebuah modal untuk menjadi agen perubahan.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, peran strategis di dalam rumah tangga tentunya ini sangat penting. Terutama untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa dalam mendidik anaknya.
“Sejak 1997, kami memiliki program yang bermula di Jawa Timur untuk membentuk wanita yang cerdas. Karena hanya wanita atau ibu yang cerdas, dapat melahirkan generasi yang unggul. Pada ranah keluarga, ibu itu seorang manajer yang memahami keuangan, karakter anak, hingga menjadi konsultan bagi anak-anaknya,” ujarnya, dalam pres rilis yang diterima Suarabogor.id, Kamis (4/11/2021)
Kedekatan ibu dengan anak-anaknya, menciptakan ikatan yang unik. Mereka bisa membentuk karakter anak dengan edukasi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Tewas di Kamar Mandi, Wanita 61 Tahun Ditikam Belasan Kali usai Dicabuli Remaja
“Maka sangat penting memberi ibu-ibu pemahaman mengenai gizi, keuangan, psikologi keluarga, keterampilan keorangtuaan atau parenting skill,” imbuhnya.
Chriswanto mengingatkan, masyarakat yang kuat dan sejahtera dibangun di atas pondasi keluarga. Dengan demikian, posisi wanita untuk membangun bangsa cukup strategis. Pengetahuan mereka dapat membentuk keluarga dan generasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohaninya.
Dengan begitu keberlangsungan bangsa Indonesia, dapat terjaga karena lahirnya generasi yang unggul,
“Erupsi moral bangsa dapat dicegah dimulai sejak dari keluarga,” tegasnya.
Program yang berkelanjutan sejak 1997 tersebut memperoleh apresiasi dari berbagai pihak. Program pemberdayaan wanita dalam konteks keluarga itu, dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan.
Baca Juga: Berhemat 9 Tahun dan Tak Pernah Jajan, Ibu Dua Anak di China Ini Bisa Beli Rumah
Pada Minggu (31/10), misalnya, DPW LDII Kalimantan Tengah dan DPD LDII Klaten menghelat webinar pemberdayaan wanita.
Di Klaten, Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (BPKK) DPD LDII Klaten mengadakan webinar ‘Peran Ibu Sebagai Manajer Keluarga dalam Menyongsong Pascapandemi COVID-19’. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan pendampingan orang tua dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Bupati Klaten Sri Mulyani mengapresiasi webinar yang dihelat LDII itu. Ia mengatakan webinar tersebut menunjukan keseriusan LDII dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa dan memberdayakan para wanita dalam keluarga.
Ia juga menegaskan bahwa tantangan pandemi memang tidak ringan, namun dengan tekad, hal yang sulit dapat menjadi ringan, “Covid-19 dapat membunuh manusia namun tidak akan bisa membunuh kreativitas manusia,” jelas Sri Mulyani.
Menurutnya, posisi wanita dalam sebuah rumah tangga terbilang strategis. Selain harus melayani beragam kepentingan dan kebutuhan keluarga, mereka juga disibukkan oleh profesionalisme. Apalagi, pada masa pandemi Covid-19, beban mereka memdampingi anak untuk belajar juga bertambah.
Sementara di Kalimantan Tengah, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Tengah Yulistra Ivo Sabran mengatakan Indonesia mengalami tantangan stunting dan para wanita berperan penting mencari solusinya.
“Gizi buruk yang dialami seorang anak dapat mengakibatkan gangguan metabolik atau bahkan dapat mengganggu belajar anak,” ujar Ivo yang juga istri Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, saat memberikan sambutan sekaligus membuka webinar Kesehatan dengan tema "Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang untuk mewujudkan Generasi Emas Profesional dan Religius" yang diselenggarakan oleh DPW LDII Kalimantan Tengah, Minggu (31/10).
Percepatan penurunan stunting merupakan prioritas nasional sebagai upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat cerdas produktif dan berdaya saing,
"Salah satu tantangan membangun manusia Indonesia yang berkualitas adalah terkait dengan permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini, yaitu standar gizi buruk yang kronis akibat kekurangan asupan gizi, " kata Ivo.
Menurutnya stunting bisa dicegah dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Untuk itu, para wanita perlu pengetahuan gizi, yang mencukupi agar stunting bisa ditekan atau bahkan dihilangkan. Ia menegaskan, baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat harus terus meningkatkan pengetahuan ibu sebelum, saat, dan setelah melahirkan.
Pemerintah juga berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang memadai, kurangnya akses air bersih dan sanitasi (kebersihan lingkungan) dan mengedukasi tentang makanan bergizi yang berasal dari sumber daya lokal.
Ivo mengapresiasi atas kegiatan seminar kesehatan yang diselenggarakan LDII Kalteng dengan tema pengetahuan seputar stunting tersebut. Menurutnya, wanita bisa lebih berperan dalam membangun dan menguatkan Indonesia, terutama dimulai dari keluarga.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Sepatu Lari Wanita Lokal di Bawah Rp300 Ribu, Ramah buat Kantong Pemula
-
Bagaimana Hukum Wanita Ziarah Kubur? Najwa Shihab Dilarang Antar Jenazah Suami ke Makam
-
Manfaatkan KUR BRI, Pengusaha Wanita Ini Berhasil Sulap Kelor Jadi Aneka Olahan Pangan yang Digemari
-
Rekomendasi 5 Parfum Wanita Lokal Terbaik, Wangi Segar dan Tahan Lama
-
Sumbang Gedung Asrama Madrasah, Bahlil: Golkar dan Muhammadiyah Seperti Ibu dan Anak
Terpopuler
- Pencipta Lagu Tagih Royalti ke Penyanyi, Armand Maulana: Padahal Dulunya Memohon Dinyanyikan
- Beda Timnas Indonesia dengan China di Mata Pemain Argentina: Mereka Tim yang Buruk
- Riko Simanjuntak Dikeroyok Pemain Persija, Bajunya Hampir Dibuka
- Simon Tahamata Kasih Peringatan Program Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Terancam Gagal
- Ketegaran Najwa Shihab Antar Kepergian Suami Tuai Sorotan: Netizen Sebut Belum Sadar seperti Mimpi
Pilihan
-
Cinta Tak Berbalas! Ciro Alves Ingin Bertahan, Tapi Persib Diam
-
Kronologis Anak Kepsek di Bekasi Pukul Siswa SMP Gegara Kritik Dana PIP
-
LG Mundur, Danantara Investasi di Proyek Baterai Kendaraan Listrik Bareng CATL
-
Profil Pembeli SPBU Shell di Seluruh Indonesia: Citadel dan Sefas
-
Bareskrim Nyatakan Ijazah SMA dan Kuliah Asli, Jokowi: Ya Memang Asli
Terkini
-
DANA Kaget Dobel Jumat Malam, Ini Linknya!
-
Pemkab Bogor Juara 1 SPM Nasional, Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik Yang Utama
-
Ancaman Kesehatan Mental di Era Digital, Screen Time Maksimal 3 Jam
-
1 Link Dana Kaget Untuk Siang Ini, Semoga Beruntung
-
Tumpukan Sampah Menggunung, Pemkab Bogor 'Nebeng' ke Lahan Pemkot di TPAS Galuga