SuaraBogor.id - Warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dihebohkan dengan adanya semburan air bercampur pasir, Minggu (7/11/2021) sore.
Semburan air itu muncul pada proyek pengeboran sumur bor sarana air bersih untuk warga Kampung Bulaksaga, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur yang dikerjakan oleh PUPR.
Warga sekitar mengisahkan kejadian itu terjadi pada Minggu sore, saat ada pengerjaan proyek sumur bor untuk warga yang ada sekitar dari pemerintah.
Semburan itu terjadi sekitar hampir satu jam, namun setelah itu, semburan berhenti dengan sendirinya. Warga sempat khawatir terjadi semburan terus menerus seperti lumpur Lapindo.
Baca Juga: Longsor di Kota Bogor, Satu Rumah di Kampung Cogrek Rusak
“Kebetulan proyek itu gak jauh dari rumah saya, itu proyek sumur bor dari pemerintah buat warga di sini air bersihnya,” kata Santi (40) warga Bulaksaga, mengutip dari Bogordaily -jaringan Suara.com, Senin (8/11/2021).
Warga lain Juariah (50) mengatakan awalnya ia mengira itu hujan karena terdengar suara dari atas genting rumahnya, setelah itu ia mendapatkan kabar dari ponakan bahwa sumur bor yang sedang dibor itu menyeburkan air bercampur air yang sangat kencang ke atas.
“Ia saya kira hujan pas saya tahu dari ponakan saya ternyata materil pasir dari semburan sumur bor itu,” ujarnya.
Sementara menurut Ketua RT Setempat Ujang mengatakan, semburan itu tidak berlangsung lama kurang lebih hanya sekitar satu jam kalau berhenti dengan sendirinya.
Saat kejadian pipa yang dipasang itu pun terbawa hinga ke atas karena sangking kencangnya tekanan dari bawah.
Baca Juga: Sopir Vanessa Angel Tinggal di Bogor, Warga Perumahan: Kami Mengenal Joddy Sosok Baik
“Tapi alhamdulillah sekarang sudah gak ada lagi semburan itu untuk sementara pengeboran dihentikan sementara,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Kronologi Kades Klapanunggal Minta Jatah Rp165 juta ke Perusahaan Berkedok THR
-
Escape to Bogor: 7 Tempat Wisata Sejuk untuk Refreshing Saat Libur Lebaran
-
Viral Perangkat Desa di Bogor Diduga Minta Jatah THR Ratusan Juta ke Perusahaan
-
Angkot Dilarang ke Puncak saat Libur Lebaran 2025: Siap-Siap Cari Alternatif
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman