SuaraBogor.id - Seorang artis FTV berinisial DPA bersama temannya babak belur usai dihajar orang tidak dikenal (OTK) di tempat hiburan malam (THM) Kota Bogor, Jawa Barat.
Wanita berinisial DPA bersama temannya DP dan JDK babak belur pada Jumat 14 Januari dini hari di THM Zentrum Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
Akibat kekerasan yang diterimanya, korban berinisial mengalami luka pada bagian kepala belakang hingga mengalami sobek serta benjol. Sedangkan pada bagian wajah terdapat luka memar.
Sementara korban wanita, DPA mengalami luka memar di dada, pungung serta lecet di tangan.
Adapun DP yang mengalami sobek di bagian dalam hidung sebelah kanan dan pipi di kanan bengkak, begitu juga JDK, mengalami luka lebab di muka kanan. Bengkak-bengkak juga terdapat di bagian tangan dan kaki.
Ia menceritakan, pada awalnya ia bersama tiga rekannya menuju cafe atau tempat hiburan malam (THM) di Zentrum.
Sesampainya di lokasi, THM tersebut penuh dan memutuskan untuk pulang kembali. Saat hendak pulang, MR melihat temannya sedang beradu argumen, ia pun mencoba melerai agar tak ada perkelahian.
“Kejadiannya sekitar pukul 2.45 dini hari. Saya hendak pulang lewat lorong di Zentrum, namun teman saya sedang adu argumen dengan orang tak dikenal (OTK). Saya coba melerai namun temen saya coba buat maju lagi, tiba-tiba datang satu orang tak dikenal lainnya menarik saya dan tiba-tiba mukul saya dibagian dada. Disitu saya coba membela diri, namun saya malah diserang, dan disitu saya dikeroyok,” ungkapnya MR salah seorang teman DPA yang merupakan artis FTV, kepada wartawan, Senin (17/1/2022).
Lebih lanjut MR menjelaskan, total pelaku orang tak dikenal saat mengeroyok dirinya ada 3 orang.
Baca Juga: Tiga Pemuda di Kota Bogor Tega Gilir Gadis 15 Tahun, Pelaku Merupakan Tetangga Korban
Namun setelah dipisahkan oleh satpam dan perkelahian selesai, tak lama datang OTK lain keluar dari Zentrum dan tiba-tiba langsung memukul dirinya.
“Datang lagi satu orang tak dikenal keluar dari Zentrum tiba-tiba ngehajar saya dan membenturkan kepala saya ke tembok sebanyak lima kali,” jelasnya.
Namun nahas DPA, DP dan JDK yang mencoba melerai ikut serta mengalami tindak kekerasan dari ke 4 pelaku orang yang tak dikenal tersebut.
Tidak terima dengan penganiayaan itu, korban lantas membuat laporan kepada pihak Polresta Bogor Kota, dan sampai berita ini diterbitkan, kasus ini sudah diproses pihak kepolisian.
Saat dikonfirmasi ke Humas Polresta Bogor Kota, Iptu Rachmat Gumilar, membenarkan bahwa ada laporan masuk ke Polresta Bogor Kota tanggal 15 Januari 2022 pada pukul 17:00 WIB, terkait peristiwa pengeroyokan di Zenthrum.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan Reskrim untuk mengumpulkan saksi-saksi dan bukti. Keterlibatannya seperti apa,” singkatnya.
Berita Terkait
-
Tiga Pemuda di Kota Bogor Tega Gilir Gadis 15 Tahun, Pelaku Merupakan Tetangga Korban
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Tumpukan Sampah Kali Ciliwung Kota Depok Ternyata Warga Kota Bogor
-
Hore! Ada Operasi Pasar Murah Minyak Goreng di Kota Bogor
-
Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah
-
Bima Arya Sugiarto Minta Jajaran Pemkot Bogor Makmurkan Masjid Dengan Cara Ini
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
Siap-siap Operasi Gabungan! Angkot Tua di Kota Bogor Bakal Dipaksa Berhenti Narik
-
Otak Pembacokan Sadis di Tanah Sareal Ternyata Residivis Begal, Libatkan Pelajar SMK
-
Nasib Ratusan Pedagang Pasca Penggusuran Jalur Puncak, Pasrah Kios Puluhan Tahun Rata dengan Tanah