SuaraBogor.id - Ketua Dewan DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) agar membuat terobosan atau inovasi untuk memodifikasi sistem pendidikan dan pembelajaran di tengah gelombang ketiga pandemi Covid-19.
Menyusul saat ini tujuh wilayah diberhentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena kasus Covid-19 tinggi.
”Disdik jangan lagi gagap menghadapi pandemi gelombang ketiga,” ungkap Rudy Susmanto, Rabu (3/2/2022).
Sistem pendidikan dan pembelajaran, lanjut Rudy, tidak menggantungkan kepada sistem pembelajaran jarak jauh, sebab faktanya, tidak semua pelajar di Kabupaten Bogor ini tersentuh jaringan internet.
"Jadi banyak kendala yang dihadapi sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan efektif," katanya.
Rudy mengingatkan, sektor pendidikan harus tetap melakukan upaya untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas. Menurut dia, kualitas pendidikan akan sangat menentukan generasi seperti apa yang akan dimiliki bangsa ini di masa yang akan datang.
“Investasi terbaik hari ini adalah investasi sumber daya manusia. Maka pendidikan tidak boleh berjalan seadanya, harus ada terobosan untuk mengatasi kendala yang dihadapi hari ini dan leading sektor untuk mengawal hal itu ada pada Dinas Pendidikan,” kata dia.
Rudy menegaskan, soal inovasi pembelajaran, DPRD telah berkali-kali mengingatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Salah satunya, dengan meminta Dinas Pendidikan untuk seperti merangkul akademisi seperti IPB, ITB, UNHAN dan LIPI untuk membuat kajian tentang metode terbaik pembelajaran di tengah pandemi seperti ini.
"Agar pola pembelajaran anak-anak kita ini punya konsep yang jelas, jangan sampai beberapa sekolah mengambil kebijakan masing-masing,” paparnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Semakin Menggila, Mulai Besok Semua Sekolah di Kota Bogor Hentikan Sementara PTM
Namun, hingga memasuki gelombang ketiga pandemi, hal tersebut belum dilakukan. Padahal, situasi pandemi masih belum diketahui kapan akan berakhir.
“Jika kita lihat selama tiga tahun ini, banyak anak-anak kita lulus SMP tahun 2020 awal masuk SMA awal 2022 tapi hanya mengikuti pembelajaran tatap muka dalam hitungan jari. Khawatirnya, trend Covid-19 makin meningkat, lulusan SMP masuk SMA dan berijazah, tapi mengikuti pendidikan hanya sampai SMP, karena orangtuanya tidak bisa menguliahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Rudy.
Apalagi, lanjut Rudy, pandemi membuat kondisi perekonomian masyarakat tidak semua dalam kondisi baik, terutama untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang perguruan tinggi.
Hal tersebut diutarakan Rudy, setelah mendapati informasi ada sejumlah siswa di SMPN 1 Cibinong terkonfirmasi positip Covid-19 dan pihak sekolah menghentikan kembali pembelajaran tatap muka.
“Itu memang salah satu pencegahan, tetapi jika hal ini juga berlaku di seluruh Kabupaten Bogor, berarti pola pembelajaran tidak berjalan dengan baik. Kami sudah ingatkan hal ini sejak tahun lalu kepada Dinas Pendidikan,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Covid-19 Semakin Menggila, Mulai Besok Semua Sekolah di Kota Bogor Hentikan Sementara PTM
-
Pemkot Bekasi Terbitkan Edaran Penghentian Sementara PTM Mulai Besok
-
Angka Covid-19 Sentuh 5.381 Kasus, Pemkot Bekasi Terapkan PJJ hingga Dua Minggu ke Depan
-
Tak Lagi 100 Persen, Pemkot Cimahi Kembali Berlakukan PTM Terbatas
-
Puan Minta Evaluasi PTM Akomodir Seluruh Kepentingan Siswa
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa
-
6 Fakta Bentrok Suporter Persija vs Persib di Sholeh Iskandar Bogor
-
6 Fakta Penangkapan Pria yang Halangi dan Tendang Ambulans di Depok: Pelaku Terancam Pidana
-
Suporter Persija dan Persib Bentrok di Tanah Sareal Bogor, Dua Orang Luka Parah
-
Sempat Viral di Medsos, Pelaku Pengrusakan Ambulans di Cilodong Tak Berkutik Diciduk Jatanras