SuaraBogor.id - Keamanan proyek Jembatan Cimandiri atau lebih dikenal Jembatan Bagbagan di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi dipertanyakan usai terjadinya insiden jatuhnya tiga orang ke Sungai Cimandiri dari jembatan tersebut pada Senin (13/6/2022) kemarin.
Insiden ini terjadi saat ketiganya berkendara menggunakan sepeda motor matik. Ketiga korban adalah D (22 tahun), yang saat itu membonceng S (20 tahun) dan DE (2 tahun).
Lokasi proyek jembata itu pun didatangi ratusan warga pada Selasa (14/6/2022). Mereka meminta pengerjaan proyek renovasi jembatan di atas Sungai Cimandiri itu dihentikan sementara hingga keamanannya terjamin.
Warga menilai kecelakaan tersebut diduga akibat minimnya instrumen keselamatan di lokasi pengerjaan renovasi jembatan yang diketahui milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR. Sebab selama proses perbaikan atau renovasi, sebagian lantai Jembatan Bagbagan dibongkar.
Baca Juga: Heboh Video Para Remaja Joget di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Wali Kota Sampai Angkat Bicara
"Hari ini kami minta safety-nya diperbaiki dan dibuat lebih baik fasilitasnya, supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi," kata Egis, warga yang ikut dalam rombongan.
Menurut Egis, warga meminta penghentian sementara pengerjaan ini sampai ada upaya pengamanan lebih baik di jalur lintasan tersebut.
"Ini jalan proyek nasional, seharusnya dipasang jaring pengaman atau apa, demi keselamatan yang melintas. Intinya kami hentikan dulu, sampai ada upaya yang lebih baik dari pelaksana proyek," ujar Egis.
Sejumlah personel kepolisian dan perwakilan muspika hadir di lokasi. Warga menarik diri karena lalu lintas sempat terhambat.
"Kedatangan warga bukan menghentikan pengerjaan yang sudah dianggarkan pemerintah. Tetapi, dalam pekerjaan ini, saya lihat tidak terpakainya salah satu poin dalam persyaratan pekerjaan proyek itu sendiri, salah satunya pengamanan. Banyak yang menyayangkan proyek nasional ini safety-nya kurang," kata warga lainnya, Jajat Sudrajat.
Jajat juga mengurai kejadian yang mengakibatkan jatuhnya korban warga akibat minimnya pengamanan di jalur jembatan yang tengah direnovasi.
Berita Terkait
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba
-
Ramadan Penuh Berkah, Cleanermasjid & Driver ShopeeFood Kompak Bantu Masjid
-
Usai Lakukan OTT, KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Kabupaten OKU
-
Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan untuk Bekerja Dalam Program Strategis Presiden Prabowo
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai
-
Kades di Bogor Terbukti Minta THR Rp165 Juta ke Perusahaan, Rudy Susmanto Perintahkan Inspektorat
-
Kepadatan Puncak Bogor Tak Terbendung, One Way Arah Jakarta Diperkirakan Sampai Pukul 18.00 WIB
-
Kang Dedi Mulyadi Lapor! Ada Dugaan Pemotongan THR Sopir Angkot di Puncak Bogor
-
Puncak Macet Parah! One Way Diberlakukan Sampai Sore Nanti