- Polres Bogor tidak menerapkan sistem satu arah penuh di Jalur Puncak saat Hari Raya Idul Fitri demi menghormati silaturahmi masyarakat.
- Rekayasa lalu lintas di Puncak akan bersifat situasional, meliputi buka tutup pada titik rawan seperti Pasar Cisarua, mulai H+1 Lebaran.
- Puncak arus mudik diprediksi terjadi H-4 atau H-3 Lebaran, meskipun peningkatan kendaraan sudah mulai terlihat pada sore hingga malam hari.
SuaraBogor.id - Bagi masyarakat yang berencana merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, atau sekadar melakukan silaturahmi, ada kabar penting terkait pengaturan lalu lintas.
Polres Bogor memastikan tidak akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way secara penuh di Jalur Wisata Puncak hingga hari H Lebaran.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto Azhari, di Bogor pada Selasa, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan pertimbangan khusus.
"Rekayasa lalu lintas nanti kami berlakukan H+1, karena pada saat hari raya kita menghormati budaya silaturahmi masyarakat. Jadi rekayasa tidak kita lakukan dulu karena khawatir terjadi banyak komplain,” kata Ardian.
Tradisi silaturahmi yang kuat pada Hari Raya Idulfitri membuat banyak masyarakat lokal dan sekitarnya bergerak di sekitar Puncak, baik untuk mengunjungi kerabat maupun berwisata.
Pemberlakuan one way penuh pada hari H Lebaran dikhawatirkan justru akan menghambat mobilitas mereka dan menimbulkan keluhan.
Iptu Ardian Novianto Azhari menegaskan, hingga saat ini kepolisian juga belum merencanakan pemberlakuan sistem one way secara penuh di Jalur Puncak selama periode mudik Lebaran.
Sebaliknya, rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan bersifat situasional dan terfokus pada titik-titik tertentu yang rawan terjadi kepadatan kendaraan.
“Untuk sementara one way penuh tidak ada. Rekayasa yang dilakukan biasanya sepenggal seperti buka tutup di Pasir Muncang atau Pasar Cisarua,” ujarnya.
Baca Juga: Laka Lantas di Turunan Transyogi, Kapolsek Gunung Putri Ingatkan Pemudik Ekstra Waspada
Ardian menuturkan sistem buka-tutup arus tersebut biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, khususnya menjelang waktu berbuka puasa ketika volume kendaraan meningkat.
Selain itu, kepolisian juga mencatat pergerakan pemudik yang melintasi Jalur Puncak mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir, terutama pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, peningkatan kendaraan terlihat setelah waktu berbuka puasa dengan dominasi kendaraan roda dua yang membawa barang tambahan seperti ransel di bagian depan motor.
Menurut Ardian, sebagian pemudik yang melintas di Jalur Puncak merupakan perjalanan jarak menengah dari wilayah DKI Jakarta menuju daerah di Jawa Barat bagian selatan hingga sebagian wilayah Jawa Tengah.
Meski demikian, kepolisian memprediksi puncak arus mudik di Jalur Puncak baru akan terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri.
“Untuk peningkatan sudah mulai nampak, namun untuk prediksi puncak arus mudik tetap kami perkirakan terjadi pada H-4 atau H-3 Lebaran,” kata Ardian. [Antara].
Berita Terkait
-
Laka Lantas di Turunan Transyogi, Kapolsek Gunung Putri Ingatkan Pemudik Ekstra Waspada
-
Instruksi Gus Abdul Somad: Kader NU Bogor Wajib Solid dan Perluas Manfaat
-
7 Fakta Kelam Penyekapan Lansia di Cileungsi: Dari Motif Hingga Wajah Sang Eksekutor
-
Tak Berkutik! Ini Wajah Komplotan Sadis Penyekap dan Penyiksa Lansia di Cileungsi Bogor
-
Ditemukan Bus Tanpa APAR di Cibinong! Polisi Perketat Ramp Check Jelang Arus Mudik 2026
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
IPB University dan BRIN Luncurkan Innobridge, Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi
-
KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN
-
Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung
-
KPK Tak Bidik Latar Belakang Politik Fahd El Fouz di Kasus Korupsi ATR/BPN
-
OTT Ke-20 KPK Terkait HGB Bogor: Seret Pejabat BPN, Eks Bupati Kebumen, dan Bos Summarecon