SuaraBogor.id - Puluhan jurnalis di Bogor yang tergabung dari berbagai media massa meluncurkan buku antologi kisah berjudul “Di Balik Tajamnya Pena”.
Tercatat pada buku tersebut ada kisah perjalanan 20 jurnalis dan diterbitkan SIP Publishing tersebut mengajak para pembacanya mengetahui bagaimana kerja jurnalistik di lintas generasi.
Sebagian besar penulis buku yang digagas oleh Eka Rahmawati itu merupakan jurnalis yang masih berkiprah di media massa baik cetak lokal dan nasional, online, maupun televisi. Meski di antara para penulis kini sudah beralih profesi.
Dalam buku tersebut para penulis menyampaikan kisah atau pengalaman saat meliput peristiwa yang tak hanya sekadar peristiwa. Di balik peristiwa tersebut terdapat pesan yang kemudian memberi manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Salah satu penulis yang tak lain jurnalis senior dan masih berkiprah di media massa, Deffan D Purnama mengatakan buku “Di Balik Tajamnya Pena” mengajak pembaca mengikuti jejak jurnalis saat mencari berita, tantangan mencari narasumber, mencari sudut pandang tulisan, sampai harus berdebat di kantor dengan redaktur, mengusulkan berita dalam rapat redaksi, begitu terbit harus melanjutkan beritanya.
“Alhamdulillah buku Di Balik Tajamnya Pena yang ditulis oleh 20 jurnalis telah terbit, saya baca ternyata isi ceritanya sangat menarik, terutama dari sisi humanis,” ujar pria yang sudah menjadi jurnalis sejak 1998 di Bogor.
Menurut Deffan, membuat berita tentunya harus mencari sudut pandang lain yang berbeda dengan berita sebelumnya dan ini jelas tantangannya.
“Cerita human interest merupakan salah satu alur cerita yang menarik yang ditulis seorang jurnalis. Semua diceritakan di buku ini,” imbuh pria yang juga menjadi pengusaha minuman jeruk nipis peras (Jeniper) di Kabupaten Kuningan itu.
Penulis lainnya, Ira Nihrawati AS yang kini masih berkarier di media cetak mengungkapkan membaca buku Di Balik Tajamnya Pena, seolah membaca sebuah kumpulan cerpen.
“Sesungguhnya mengulas suatu berita, tapi karena yang diceritakan adalah peristiwa di belakang layar yang tidak terungkap, menjadikan buku ini layaknya sebuah kumpulan cerpen, kisah nyata,” ujar Ira.
Wartawan, kata Ira terkadang menjadi hero. Namun, keheroan itu tidak tampak dan tidak diketahui publik. Selama ini yang diketahui dan dibaca hanya yang dituangkan dalam berita.
“Dengan membaca buku ini, akan mengetahui bahwa wartawanlah yang terkadang menjadi juru damai, meski tidak tercatat atau juga tidak pernah terpublikasikan apa yang sang wartawan lakukan. Dan dengan membaca buku ini, Anda turut menjadi saksi bagaimana peran sang kuli tinta,” imbuhnya.
Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku bangga bisa membaca berbagai kesaksian dan pengalaman para jurnalis andal yang sebagian besar bertugas di Bogor.
“Kita bisa membaca penuturan wartawan dengan perspektif yang berbeda, lebih lengkap, unik, dan jelas faktanya. Penyajian dalam tulisannya, tidak hanya sebuah cerita di balik berita, tapi juga perjalanan penting yang patut diketahui bahwa ada banyak peran dalam melakukan perubahan,” ujar Bima Arya dalam kata pengantar buku “Di Balik Tajamnya Pena”.
Menurut Bima, jurnalis terbukti memberi pengaruh arah pertumbuhan yang lebih baik, dengan kekuatan media dan pemikiran objektif yang dilahirkan secara cerdas, melihat berbagai sisi dan ruang seimbang, tanpa kehilangan independensi.
Tag
Berita Terkait
-
Jadi Pusat Perhatian Publik, ABG Asal Citayam Yang Sering Nongkrong di Sudirman Bakal Dibubarkan Polisi
-
Isi Acara Penggalangan Dana Untuk Korban Bencana di Bogor, Komedian Jarwo Kwat: Kita Langsung Salurkan Donasinya
-
Ulasan Buku Kisah-kisah Ajaib, Cerita Jasad Utuh setelah 1.300 Tahun
-
Najwa Shihab Sindir Napi Korupsi Setya Novanto di Acara TV, Kiky Saputri: Aku Nggak Berani Nyebut Nama Itu
-
Miris Sekali! Pria Ini Terima Rujuk tapi Malah Ditinggal Lagi untuk Kedua Kalinya
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana
-
Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian
-
IMSO ke-23 Digelar di Depok, 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika dan Sains
-
Imbas Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Dirjen PAS Minta Semua Bangunan Liar Dibongkar
-
KPK Pasang Mata di Lapas Cibinong, Buka Peluang Usut Dugaan Korupsi