- Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI pada awal 2026 guna menanggulangi darurat sampah melalui kolaborasi lintas sektor.
- Kemendagri dan Satpol PP mengedepankan pendekatan humanis untuk mengedukasi masyarakat dalam menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan ruang publik.
- Program ini menargetkan pengelolaan sampah modern, sistematis, dan berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan nasional yang sehat, bersih, dan nyaman.
SuaraBogor.id - Menanggapi darurat sampah nasional dan visi besar menuju lingkungan yang lebih tertata, Pemerintah Republik Indonesia resmi meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI.
Inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026 ini bertujuan menciptakan budaya hidup baru yang lebih peduli lingkungan, bersih, dan berkelanjutan.
Gerakan ini merupakan bagian integral dari visi Indonesia Incorporated, di mana kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun kenyamanan ruang publik bagi seluruh masyarakat.
Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Pol PP dan Linmas) di Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sri Handoko Taruna mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar kampanye kebersihan biasa.
Nama ASRI merupakan akronim dari empat pilar utama kualitas lingkungan yang ingin dicapai, yakni wujudkan lingkungan baik, menjamin kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan dan produktivitas masyarakat.
"Fokus pada pengelolaan sampah yang baik, sistematis, dan berkelanjutan, menciptakan ruang publik yang tertata rapi, estetik, dan nyaman dipandang dan Penegak Perda Menjadi Mitra Humanis Masyarakat," katanya kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
Inisiatif ini diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) bersama Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (POL PP dan LINMAS).
Menariknya, dalam gerakan ini, Satpol PP ditempatkan sebagai ujung tombak di lapangan. Namun, pendekatannya kini bergeser menjadi lebih humanis.
Satpol PP tidak hanya bertugas menegakkan peraturan, tetapi juga berperan sebagai edukator dan mitra masyarakat dalam menjaga ketertiban serta kebersihan ruang publik.
Baca Juga: Cuma Rp106 Juta! Kejari Bogor Lelang Mobil Suzuki XL7 Rampasan Negara, Cek Cara Ikutnya
Sebagai bentuk implementasi perdana, Kemendagri bersama Satpol PP menggelar Gerakan Aksi Nyata berupa kegiatan bersih-bersih sampah (korvei) bersama warga di kawasan Situ Gede, Bogor, pada 8 Mei 2026.
Direktur POL PP dan LINMAS, Sri Handoko Taruna, menyatakan bahwa gerakan ini dirancang untuk menjadi masif dan menyentuh seluruh lapisan pemangku kepentingan (stakeholders).
“Tujuannya adalah agar masyarakat di daerah merasakan kenyamanan nyata. Kebersihannya terjaga, kesehatannya terjamin, dan lingkungannya enak dilihat. Itulah esensi dari ASRI,” ujar Sri Handoko di sela-sela kegiatan.
Gerakan Indonesia ASRI mengusung misi strategis untuk mengubah wajah pengelolaan sampah di Indonesia yakni ;
- Mengakhiri Praktik Open Dumping: Menghentikan pembuangan sampah terbuka yang merusak lingkungan.
- Transisi ke Sanitary Landfill: Mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan higienis.
- Teknologi Skala Mikro: Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah di tingkat desa dan kelurahan agar masalah sampah selesai di sumbernya.
- Perubahan Perilaku: Mengajak masyarakat memulai dari kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan aktif dalam kerja bakti kolektif.
Ke depan, Gerakan Indonesia ASRI akan diperluas melalui berbagai kanal komunikasi digital, aktivasi komunitas, serta kolaborasi dengan sektor swasta. Melalui pendekatan yang lebih dekat dan relevan, pemerintah optimis bahwa kesadaran lingkungan akan menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.
"Ini adalah gerakan lintas sektor. Jika dilakukan secara kolektif, dampak besar bagi kualitas lingkungan nasional akan segera terasa," pungkas Sri Handoko.
Berita Terkait
-
Cuma Rp106 Juta! Kejari Bogor Lelang Mobil Suzuki XL7 Rampasan Negara, Cek Cara Ikutnya
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
5 Rekomendasi Tempat Ngopi Wajib Kunjung di Dramaga: Budget Aman, Kualitas Bintang Lima
-
Warga Kayumanis Tolak Pembangkit Sampah, Camat: Sosialisasi Pemkot Belum Merata
-
Ini Dia Alasan Kenapa HJB Ke-544 Bogor Digelar di Desa Malasari
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat