SuaraBogor.id - Pengacara kondang Hotman Paris ditunjuk JNE menjadi kuasa hukum terkait dugaan kasus bansos presiden dikubur, di lahan dekat gudang JNE Depok.
Nampaknya, hal tersebut tidak membuat gentar Rudi Samin, salah seorang saksi sekaligus orang yang mengaku sebagai pemilik lahan kuburan bansos tersebut.
“Siap sajalah, namanya hukum kan kita berdebat di hukum, ya silahkan,” tegas Rudi Samin, mengutip dari Herstory -jaringan Suara.com, Rabu (3/8/2022).
Menurut dia, semua punya argumentasi dan pendapatnya masing-masing.
“Kan masing-masing punya argumentasi, punya pendapat masing-masing,” ujarnya.
Karena itulah, ia pun mengaku tak gentar jika nantinya harus berhadapan dengan sekelas pengacara kondang, Hotman Paris.
“Jangankan (Hotman), siapapun silahkan saja, malah lebih bagus saya disomasi. Biar jelas,” katanya.
Sebab menurut Rudi Samin, apa yang disampaikannya terkait temuan bansos yang dikubur dekat gudang JNE Depok adalah fakta, dan itu tak bisa dipungkiri kebenarannya.
“Bahwa fakta hukumnya ada kok, apa yang mau disomasi saya. Fakta hukumnya ada. Kecuali kalau saya berasumsi, berangan-angan, hanya khayalan aja boleh. Ini barangnya ada, sedang disisdik sama kepolisian,” tegasnya.
Baca Juga: Hotman Paris Semprot Tiara Marleen Mau Damai dengan Haji Faisal: Jadi Tersangka, Baru Minta Maaf
Lebih lanjut Rudi Samin mengatakan, dari hasil pemeriksaan polisi, jumlah sembako yang dikubur di lahan miliknya itu totalnya mencapai 3,4 ton.
“3,4 ton, bukannya 1 ton. Di lahan milik saya. Lahan yang dipakai kurang lebih 6.000 meter, tidak bayar dan tidak pernah minta izin sama saya selama 9 tahun,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Semprot Tiara Marleen Mau Damai dengan Haji Faisal: Jadi Tersangka, Baru Minta Maaf
-
Olah TKP di Sukmajaya, Polisi Sebut Total Bansos Dikubur Dekat Gudang JNE Depok Capai 3,4 Ton
-
Deretan Kasus JNE yang Dibela Hotman Paris, dari Dana Teroris Hingga Beras Bansos
-
Bergerak! Satgas Pangan Polri Buka Fakta-fakta Baru Kuburan Beras Bansos Jokowi di Lahan JNE Depok
-
Temuan Bansos yang Dikubur di Depok, Kuasa Hukum: Itu Beras Milik JNE
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga