SuaraBogor.id - Pelaku atau sindikat pencurian mesin ATM berhasil diamankan Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.
Kepala Polda NTB Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto, mengungkapkan sindikat pencurian ini terbongkar berdasarkan tindak lanjut laporan masyarakat.
"Ada tujuh laporan polisi yang diterima Polda NTB. Itu dari beberapa tempat, ada di Lombok Tengah, Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur," kata Djoko.
Berdasarkan adanya laporan masyarakat, maka Polda NTB menindaklanjuti dengan mengerahkan personel andalan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, yakni Tim Puma.
Tim Puma, lanjut Kapolda NTB, melakukan penyelidikan awal dengan memeriksa salah satu gerai mesin ATM yang menjadi lokasi tindak pidana sindikat pencurian tersebut.
"Penyelidikan awal dilakukan di salah satu gerai (mesin ATM) yang ada di wilayah Lombok Timur," ujarnya.
Dari lokasi pertama, jelas Djoko, petugas telah mendapatkan bukti awal yang menguatkan adanya dugaan perbuatan tindak pidana pencurian.
"Bukti awal itu didapatkan dari rekaman kamera CCTV di gerai mesin ATM," ucap dia.
Dari pemeriksaan dan koordinasi dengan pihak perbankan pemilik mesin ATM, aksi pencurian yang dilakukan sindikat kriminal tersebut membuahkan hasil. Petugas mendapatkan identitas dari tiga anggota sindikat pencurian tersebut.
Baca Juga: Jenazah Seorang Lansia Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan Wilayah Limo Depok
Tiga pelaku tersebut pria berinisial AI, EH, dan BS. Namun dari tiga pelaku, kepolisian baru menangkap dua pelaku di wilayah Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/8).
"Mereka ditangkap di rumahnya di wilayah Bogor. Jadi dari awal laporan sampai penangkapan, enam hari kasus ini berhasil terungkap," ujarnya.
Terkait dengan penangkapan dua pelaku yang masuk dalam sindikat pencurian ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Komisaris Besar Polisi Teddy Rustiawan, menjelaskan bahwa ada satu pelaku lagi yang turut ditangkap
Namun pelaku tersebut tidak ada kaitan dengan wilayah hukum Polda NTB melainkan dengan wilayah Polres Depok, Jawa Barat.
"Jadi saat ditangkap, salah satu dari mereka ini baru selesai beraksi di wilayah Depok, itu makanya kami serahkan penanganan ke Polres Depok untuk ditindaklanjuti," kata Teddy.
Melalui pengungkapan kasus ini, Teddy berharap kepada perbankan maupun nasabah, apabila menemukan kejanggalan atau hal mencurigakan dalam transaksi keuangan di mesin ATM agar segera lapor ke kepolisian.
Berita Terkait
-
Jenazah Seorang Lansia Ditemukan Membusuk di Rumah Kontrakan Wilayah Limo Depok
-
Rayakan Kemerdekaan, Kota Bogor Gelar Pesta Rakyat
-
Icip Menu Termurah dan Termahal di Bioskop, Wanita Ini Beli Soto Mi Bogor Rp135 Ribu
-
Bukan Roboh, Jembatan Indiana Jones di Srengseng Sawah Ternyata Sedang Diperbaiki
-
Jadi Penyangga Ibu Kota, Ternyata Masih Ada yang Pakai Perahu untuk Seberangi Sungai di Bogor, Publik Soroti Hal Ini
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan