SuaraBogor.id - Striker asal Belanda, Youness Mokhtar menceritakan perihal perjalanan kariernya di Liga Indonesia. Saat ini, Mokhtar bermain untuk klub Liga 1, Bhayangkara FC.
Kepada media Belanda, Mokhtar menceritakan bahwa saat ini ia berada di Bogor, Jawa Barat untuk pemusatan latihan.
"Kami sekarang berada di tengah pegunungan. Kami berlatih di sini dekat kawasan hujan tropis. Ada banyak pohon pisang di sini, semua tanaman hijau tumbuh bercampur di sini," kata Mokhtar kepada Voetbal International.
"Saya saat ini benar-benar seorang petualang. Saya telah banyak mengunjungi begitu banyak negara," ungkapnya.
Baca Juga: Jadwal Kick-off Diubah, Laga PSIS vs Bhayangkara FC akan Digelar Malam Hari
Sebelum bergabung ke Bhayangkara FC, Mokhtar sempat bermain di raksasa Liga Maroko, Raja Casablanca. Selain itu, Mokhtar juga tercatat pernah bermain bersama Twente FC.
Saat disinggung bahwa dirinya saat ini bermain di klub dengan latar belakang kepolisian, Mokhtar mengaku bahwa hal itu cukup positif baginya.
"Mereka tahu saya datang, jadi karpet merah langsung digelar. Seluruh proses melalui bea cukai berjalan lebih cepat. 75 persen dari seleksi juga dari petugas polisi," ungkapnya.
"Keuntungan lain bermain di klub polisi adalah gajinya datang tepat waktu. Ada juga seorang komandan di manajemen. Sebelum pertandingan mereka berteriak, Bhayangkara! Dan setelah itu: Polisi! Polisi! Polisi!" cerita Youness Mokhtar.
Youness Mokhtar pada musim ini sudah menjalani 6 pertandingan bersama Bhayangkara FC. Sayangnya dari 6 laga itu, ia belum mampu mencetak gol.
Baca Juga: Persib, Persibaya, Persija, Bhayangkara FC Berebut Tempat Final
Saat ini Bhayangkara FC masih berada di zona merah Liga 1 2022-23. Klub besutan Widodo Cahyono Putro itu berada di peringkat ke-15 dengan koleksi 9 poin dari 10 pertandingan.
Berita Terkait
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
-
3 Komentator Belanda yang Remehkan Timnas Indonesia, Disebut Negara Miskin
-
Kronologi Kades Klapanunggal Minta Jatah Rp165 juta ke Perusahaan Berkedok THR
-
Media Jepang Sebut Indonesia Seperti Tim B Timnas Belanda, Ini Sebabnya
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman