SuaraBogor.id - Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, bahwa penemuan seorang mayat laki-laki sudah membusuk tanpa alat kelamin tengah ditangani oleh forensik.
Dia mengatakan, bawa penemuan mayat tanpa kelamin di Tapos Depok tersebut ditemukan tanpa identitas di sebuah kebun Kamis (11/5/2023) sore tersebut terdapat luka tusuk.
"Untuk hasinya sementara, terdapat luka tusuk," katanya kepada wartawan, dikutip Sabtu (13/5/2023).
AKBP Yogen juga menyebut, pihaknya masih kesulitan untuk menyimpulkan penyebab kematian dari mayat tersebut.
"Dokter forensik tidak bisa menyatakan itu karena organ leher tidak ditemukan. Jadi batang tenggorok, kerongkongan, tulang rawan dari gondok itu tidak ada ya, tidak ditemukan," jelasnya.
Saat ini pihaknya sedang mengidentifikasi identitas sebenarnya dari mayat tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Gudang Komputer BRIN Kebakaran, Diduga Akibat Kelalaian Bakar Sampah
-
Hilal Tak Terlihat, Sidang Isbat Putuskan Lebaran 2026 Jatuh Hari Sabtu 21 Maret
-
Sentuhan Hangat Bupati Bogor: Undang Anak Yatim dan Berdayakan PKL di Lebaran Akbar Pakansari
-
Cek di Sini! Daftar Lengkap Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah se-Bogor
-
'Musik Adalah Cara Saya Bernapas' : Mengenal Agustiyan Solois, Sang Guru yang Bermusik dengan Hati