SuaraBogor.id - Meski masih dalam keadaan disegel, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Kota Depok tetap bisa melaksanakan ibadah sholah Idul Adha 1444 H di Masjid Al Hidayah di Jalan Raya Muchtar, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
Menurut Mubaligh JAI Kota Depok, Abdul Hafidz Bahansubu mengatakan tidak ada yang berbeda perayaan Idul Adha di Masjid AL Hidayah JAI Kota Depok dengan perayaan umat islam pada umumnya.
“Rangkaiannya sama seperti umat Islam pada umumnya, sholat kemudian khutbah, kemudian silaturahmi antara sesama anggota, dan dilanjut dengan pemotongan hewan kurban,” kata Abdul Hafidz.
Namun, menurutnya selama disegel oleh pemerintah Kota Depok, Masjid Al Hidayah bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah sholat di masjid kembali selama dua tahun terakhir.
“Dua tahun ini kami masih bisa sholat tapi menurut saya tidak terlalu nyaman karena segelnya masih ada. Tapi ini sesuai dengan fungsinya, masjid itukan untuk ibadah sholat,” kata Abdul Hafidz.
Tapi menurutnya masjid bukan hanya untuk ibadah dan sholat saja, tetapi embrio peradaban itu sebenarnya berada di masjid. Untuk membangun kebersamaan, harmoni, toleransi semuanya di masjid.
“Jadi Alhamdulillah di Masjid Al Hidayah JAI Depok kami sudah dua kali sholat Ied, termasuk di dalamnya ada ibu-ibu, dan anak-anak, bisa menikmati, dimana sebelumnya selama 12 tahun kita sholat di halaman, di lapangan badminton,” kata Abdul Hafidz.
Dia mengatakan sebagai warga Kota Depok haknya sama, sebagai warga NKRI seharusnya punya hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga pihaknya meminta agar tidak ada diskriminasi atau persekusi bagi warga Kota Depok.
“Yang kami inginkan sama tidak adalagi persekusi dan deskriminasi, tidak hanya untuk JAI, tapi semua yang menyatakan diri sebagai masyarakat kota Depok, tidak ada tindakan intoleran, dan semoga tidak ada lagi di Kota Depok,” kata Abdul Hafidz.
Baca Juga: Pesan-pesan Menohok Wali Kota Depok Buat Kaesang: Jangan Coba-coba Kalau...
Kontributor: Rubiakto
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara
-
Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya
-
Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam
-
Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video