SuaraBogor.id - Asda III Pemerintah Kabupaten Cianjur, Dedi Sudrajat saat dikonfirmasi dugaan dana donasi gempa Cianjur, Jawa Barat mengaku masih mencari data dari stafnya.
Saat ini, dugaan penggelapan dana donasi gempa Cianjur tengah menjadi perhatian publik. Bahkan, masyarakat Cianjur berharap beberapa pihak agar bertanggungjawab.
Tidak hanya itu, masyarakat Cianjur juga meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku pada dugaan penggelapan dana donasi tersebut.
"Saya berharap diusut tuntas dan dihukum sesuai dengan hukuman berlaku jika terbukti ada pelakunya," kata warga Cianjur, Ahmad.
Sebelumnya, Direktur Kajian Publik Cianjur Riset Center, Anton Ramadhan belum lama ini memberikan keterangan mengejutkan soal Gempa Cianjur yang sebentar lagi menuju satu tahun.
Untuk diketahui, Gempa Cianjur, Jawa Barat yang membuat heboh seluruh Indonesia bahkan luar negeri itu sebentar lagi genap satu tahun, pasalnya terjadi 21 November 2022.
Pernyataan Anton Ramadhan yang membuat heboh itu yakni ada dugaan bahwa dana donasi dari mana-mana untuk warga terkena musibah gempa Cianjur itu digelapkan.
Anton menyebutkan ada sebelas instansi pemerintah yang menyumbang sejumlah uang kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur untuk membantu korban gempa. Namun, sumbangan tersebut tidak tercatat dalam rekap data sebagai penyumbang.
Salah satu contohnya adalah sumbangan dari Korpri Kabupaten Kuningan sebesar Rp108.134.000 yang diserahkan secara simbolis kepada Sekda Cianjur, Cecep Alamsyah.
Baca Juga: Padahal Banyak Orang Yang Meninggal Dunia, Dana Donasi Gempa Cianjur Diduga Digelapkan
Namun, dalam laporan donasi yang dibuat oleh Pemda Cianjur, sumbangan tersebut tidak tercantum.
"Bukan hanya kabupaten Kuningan, ada juga sumbangan dari Kabupaten Bandung sebesar Rp537.452.500 yang juga tidak tercatat dalam data," ujar Anton, dikutip dari CianjurToday - Jaringan Suara.com.
Anton mengatakan, pejabat yang menerima dan tim penerima donasi gempa harus bertanggung jawab atas hal ini.
"Pihak yang harus bertanggung jawab adalah Tim Donasi Pemda Cianjur dan Pejabat pada saat itu menerima dana donasi dari pemerintah atau pihak yang memberikan dana donasi," kata Anton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
Terkini
-
Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
-
Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara
-
PELOPOR BRI 2026 Jadi Wadah Penguatan Integritas dan Antikorupsi
-
Buntut Rumah Mewah di Lapas Cibinong, Kalapas Wisnu Hani Putranto Dipecat
-
Sapi Unik Berkaki Enam Asal Boyolali Sabet Juara Pertama APPSI Piala Presiden 2026 di Cibinong