SuaraBogor.id - Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Depok menemukan sejumlah logitik pemilu dalam keadaan rusak menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 yang bakal berlangsung 14 Februari 2024 nanti.
KPU Kota Depok menemukan sebanyak 200 kotak suara dalam keadaan rusak di gudang penyimpanan. Ratusan kotak suara rusak itu kabarnya sudah dalam keadaan rusak dari penyedianya.
Komisioner KPU Kota Depok, Fikri Tamau mengatakan, terdapat 200 kotak suara yang rusak dari penyedia, yang saat ini sudah berada di gudang logistik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Ada 200 kotak suara yang rusak dari penyedia (berada di gudang logistik Kabupaten Bogor)," kata Fikri di Depok kepada SuaraBogor.id, Jumat (5/1/2024).
Menurut Fikri, logistik Pemilu 2024 yang rusak seperti kotak suara dan alat lainya, akan diganti oleh pihak penyedia.
"Ada kerusakan (logistik) dan kami segera melaporkan ke penyedia. Dan akan diganti," ujar Fikri.
Kata dia, KPU Kota Depok juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti Polres Metro Depok dan Kodim 0508/Depok untuk mengawal keamanan dan pengamanan logistik Pemilu 2024.
"Kami komisioner KPU Depok baru dilantik langsung berkoordinasi dan menyiapkan logistik. Koordinasi dengan Kodim dan Polres Metro Depok untuk keamanan dan pengamanan," kata Fikri.
Selain itu, pendistribusian logistik ke tempat pemungutan suara (TPS) juga nantinya akan dikawal dengan aparat keamanan.
Baca Juga: 5 Tempat Menarik Untuk Menikmati Malam Tahun Baru Hingga Tontonan Pesta Kembang Api di Depok
"Kami juga melakukan suplai pendistribusian alat logistik ke TPS se-Kota Depok," ujar Fikri.
Fikri memastikan pada saat pelipatan surat suara, baik untuk calon presiden, DPD, DPR RI, DPRD tingkat provinsi, DPRD tingkat kota atau kabupaten akan dijaga ketat oleh pihak aparat keamanan.
"Butuh pengawal dari aparat kepolisian. Surat suara datang ada sortir dan pelipatan di gudang logistik KPU Depok yang ada di Bogor," paparnya.
Meski demikian, logistik Pemilu 2024 di gudang Bogor belum datang seluruhnya. Sementara yang sudah datang di antaranya, pulpen, bantal, tinta, alat tulis, kotak suara dan surat suara.
"Surat suara yang sudah tiba untuk kertas calon DPR RI dan DPRD tingkat provinsi," ungkap Fikri.
Terpisah Sekretaris KPU Depok Yodi Joko Bintoro menyebutkan jumlah surat suara untuk Kota Depok sebanyak 1.423.760 lembar surat suara.
Berita Terkait
-
5 Tempat Menarik Untuk Menikmati Malam Tahun Baru Hingga Tontonan Pesta Kembang Api di Depok
-
Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kost di Depok
-
Pegawai Honorer KRL Curi Sepeda Motor, Pelaku Lancarkan Aksinya dengan Cara Ini
-
Gempa Bumi Trending Topic di Twitter, Pagi Ini Guncang Kabupaten Sukabumi Magnitudo 4,7
-
Gempa Bumi Guncang Kabupaten Sukabumi Terasa Hingga ke Bogor dan Depok
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
Mahfud MD Soroti Prosedur Cacat KUHAP Kasus Eks Jampidsus, KPK Pilih Merespons Hati-hati
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah
-
Setara Sekolah Swasta Mahal Tapi Gratis, Pemkab Bogor Dongkrak Kapasitas Sekolah Rakyat Jasinga