SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat saat ini tengah menargetkan pembangunan jalan penghubung antar kecamatan, salah satunya menuju lokasi wisata Curug Citambur dan Rumah Abah Jajang.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, saat ini pihaknya tengah menargetkan agar jalan sepanjang 18 kilometer dapat dituntaskan di akhir Februari 2024.
Tujuannya kata Herman untuk meningkatkan perekonomian warga, pun juga akses menuju wisata Curug Citambur dan rumah abah Jajang yang masih memiliki kearifan lokal memikat.
"Progres peningkatan ruas Jalan Sinagar-Cipelah di Kecamatan Pasirkuda yang mulai dibangun tahun 2023 tersisa sekitar 600 meter yang belum terbangun dengan cara betonisasi," katanya Bupati Herman Suherman.
Jalan yang memakan biaya Rp 50 miliar dari pinjaman pemerintah daerah ke bank itu, menghubungkan wilayah Sinagar, Kecamatan Pagelaran dan wilayah Cipelah, Kecamatan Pasirkuda yang berbatasan dengan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Sebab di sepanjang ruas jalan tersebut, terdapat obyek wisata baru yang menjadi andalan seperti Curug Citambur dan rumah Abah Jajang yang banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri karena keindahan halamannya yang menghadap air terjun layaknya surga dunia.
"Setelah terhubung akses perjalanan dari Bandung ke Cianjur atau sebaliknya akan lebih cepat dari biasa, sehingga angka kunjungan wisatawan ke wilayah selatan Cianjur dapat meningkat seiring kualitas jalan yang baik," katanya.
Herman menyebut setelah peningkatan ruas Jalan Sinagar-Cipelah waktu tempuh dari Pagelaran menuju lokasi wisata rumah Abah Jajang dan Curug Citambur hanya membutuhkan waktu 30 menit yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga 2 jam karena jalan rusak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur Eri Rihandiar, menjelaskan total panjang ruas Jalan Sinagar-Cipelah sekitar 22 kilometer, namun sudah dibangun pada periode sebelumnya sepanjang 5 kilometer.
Baca Juga: Penghargaan Tokoh Lingkungan untuk Abah Jajang, Bukti Nyata Peduli Alam
“Saat ini sekitar 17 kilometer jalan sudah rampung dibangun dan dapat dilalui warga, sehingga jarak tempuh antar kecamatan atau ke Kabupaten Bandung menjadi cepat, harapan kami seiring bagusnya jalan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut," katanya.
Sedangkan terkait masih adanya jalan yang belum tuntas dibangun, ditargetkan sudah dapat dilalui awal bulan depan sehingga seluruh jalan di wilayah tersebut dalam kondisi baik dan laik dilalui kendaraan termasuk wisatawan dari berbagai daerah.
"Ditargetkan dalam satu hari pihak ketiga dapat melakukan pengecoran jalan sepanjang 100 meter, sehingga dalam enam hari ke depan sudah tuntas dan menunggu pengeringan selama dua pekan," katanya. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri
-
Nama Disebut di Pidato Kenegaraan, Realitas Hidup Susanah Tetap Bertumpu Pada Upah Rp700
-
Disebut Pengupas Bawang oleh Prabowo, Susanah Ternyata Penjahit Lap dan Pencuci Ompreng SPPG
-
Baru Jadi Dirusak Tangan Jahil, Mural Kemerdekaan Bawah Flyover Cileungsi Jadi Korban Vandalisme