- SPBU Parungpanjang, Bogor menjual Pertalite bercampur air pada Sabtu (14/2/2026) malam, menyebabkan kerugian konsumen.
- Belasan kendaraan bermotor mogok massal setelah mengisi BBM tercampur air tersebut di lokasi SPBU.
- Pengelola mengakui insiden tersebut dan telah mengganti bahan bakar serta menutup sementara operasional SPBU.
SuaraBogor.id - Pengguna kendaraan bermotor di Jalan Raya Mohammad Toha, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, dibuat geger dan kesal.
Sebuah pom bensin atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di lokasi tersebut diketahui menjual bahan bakar jenis Pertalite campur air.
Akibatnya, belasan kendaraan yang telah mengisi Pertalite campur air di SPBU Parungpanjang tersebut mengalami mogok massal, menciptakan kerugian dan frustrasi bagi para konsumen.
Karena merasa ada yang janggal, para pengendara yang kendaraannya mogok langsung mendatangi kembali SPBU yang menjual Pertalite campur air tersebut dan meminta ganti rugi.
"Iya ternyata itu bensin pertalite campur air. Sepeda motor banyak mogok dan rusak, jadi pada balik lagi minta ganti rugi," kata salah seorang warga, Jali, dilansir dari MetroBogor -jaringan Suara.com, Sabtu (14/2/2026).
Pihak SPBU Parungpanjang tidak memungkiri adanya kejadian belasan kendaraan yang mogok lantaran mengisi Pertalite campur air.
Pengelola SPBU, Tambahe Silalahi, menjelaskan, Kejadiannya semalam sekitar jam 22.00 WIB. Sesaat setelah ada jadwal pergantian pegawai. Ada beberapa konsumen yang datang dan kendaraannya alami kerusakan.
"Waktu semalam itu ada 17 sepeda motor dan 2 mobil yang datang ke sini. Sudah kami kuras Pertalite-nya diganti Pertamax," jelasnya.
Terkait asal air dalam Pertalite, pihak SPBU mengaku belum tahu darimana asalnya dan masih melakukan penelusuran. Namun, pihak pengelola SPBU memastikan jika hal tersebut bukan merupakan sebuah kesengajaan.
Baca Juga: Tragedi Pilu di Parungpanjang, Siswa SDN Cibunar 04 Meninggal Tertabrak Kereta Sepulang Sekolah
"Kami sudah cek pertalitenya, memang ada campuran air. Tapi kami belum tahu darimana asalnya dan masih kami periksa. Untuk saat ini penjualan kami tutup sementara," lanjut Tambahe.
Berita Terkait
-
Tragedi Pilu di Parungpanjang, Siswa SDN Cibunar 04 Meninggal Tertabrak Kereta Sepulang Sekolah
-
DPMD Bongkar Data! 14 Kades di Bogor Terjerat Masalah Hukum, Ini Daftarnya
-
Kompensasi Tambang Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang Cair Besok: Tiap Warga Terima Rp3 Juta
-
KPK Bakal Ikut 'Pelototi' Proyek Jalur Tambang hingga Jalan Rancabungur-Leuwiliang
-
Bansos Rp3 Juta Cair Minggu Depan untuk 15 Ribu Warga Terdampak Tambang Bogor, Cek 4 Faktanya
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC
-
Pemain Judi Online Terbanyak se-Indonesia Ada di Kabupaten Bogor
-
Berawal dari Paket Misterius di Jasa Pengiriman, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Cair Asal Bogor
-
Tragedi Subuh di Cilebut, Lansia Asal Kota Bogor Tewas Tertabrak KRL
-
Dirgahayu Bhayangkara ke-80, Bupati Bogor Doakan Polri Selalu Kuat Jadi Pengayom Masyarakat