SuaraBogor.id - Korban yang terkena dampak ledakan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor langsung mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan kepada korban yang terkena dampak berupa uang tunai Rp 5 juta.
Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengungkapkan bahwa keputusan memberikan bantuan berupa uang tunai itu ditetapkan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Bupati.
"Dari hasil peninjauan langsung rata-rata rusak ringan, seperti kaca pecah di beberapa rumah dan masjid. Kemudian plafon dan atap retak. Minimal bantuan yang akan kami berikan adalah Rp1 juta, kaca pecah Rp150 ribu per jendela,” ujarnya.
Asmawa menjelaskan, bantuan yang diberikan berasal dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Kabupaten Bogor 2024, kategori bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya.
Mekanismenya, kata dia, yaitu masyarakat terdampak mengajukan permohonan yang kemudian dikolektif oleh kepala desa.
“Melalui kegiatan hari ini kita berupaya untuk bersama-sama gerak cepat melakukan penanganan, mudah-mudahan sebelum lebaran bisa selesai, sehingga saat lebaran bisa kembali normal dan pulih,” kata Asmawa.
Sementara, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Bogor Teuku Mulya menerangkan, ada tiga klaster permukiman warga yang terdampak langsung, dengan total kerugian mencapai Rp64,9 juta.
“Kita sedang melakukan pendataan by name by address bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa, untuk mempercepat pendataan sehingga bantuan bisa segera diberikan kepada para korban terdampak bencana non alam kebakaran Gudmurah Kodam Jaya,” ujar Teuku Mulya.
Baca Juga: Uji Coba Angkot Listrik Dimulai, Satlantas Bogor Pantau Performa Sopir dan Kendaraan
Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menyatakan proses pendinginan kebakaran di Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, selesai pada pukul 08.15 WIB.
"Kami menyatakan selesai, karena titik api yang dari semalam, tadi pagi masih di angka 85 derajat. Alhamdulillah sudah kami turunkan sampai titik aman," kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Gatot Sulaeman.
Gatot menjelaskan proses pendinginan memakan waktu sekitar hampir delapan sampai sepuluh jam.
"Pendinginan lamanya cukup lumayan, ya, dari malam itu kami mematikan di gudang 5 itu sedang pendinginan. Gudang 6 juga kami lakukan pemadaman. Alhamdulillah gudang 6 itu dari jam 01.00, sudah melakukan pendinginan sampai pagi ini," ujarnya.
Ia menyebut selama pendinginan tidak terjadi ledakan di dua titik lokasi pemadaman, yakni gudang 5 dan gudang 6. "Kalau ledakan tidak ada, karena kami masuk ke dalam sini sudah kondisi tidak ada ledakan," ujarnya. [Antara].
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Luar Biasa! 109 Hewan Kurban dari Presiden Prabowo Sasar 34 Ribu Warga Bogor
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Menelusuri Kaki Halimun, 4 Rekomendasi Penginapan Terbaik di Nanggung Bogor untuk Healing
-
Sekda Bogor Evaluasi Menyeluruh Puskesmas, Kapus Cisarua Bakal Di Rolling?
-
Motif Pembunuhan Wanita di Sholis Bogor, Pelaku Sakit Hati Dihina Yatim Piatu