- Majikan ART berinisial OAP, oknum ASN BPK, ditahan Polres Bogor pada Kamis (19/2/2026) terkait kasus KDRT FBH.
- Penganiayaan berulang selama enam bulan terjadi, dibuktikan visum luka akibat trauma panas dan benda tumpul pada korban.
- Tersangka dijerat UU KDRT dan KUHP dengan ancaman maksimal sepuluh tahun penjara; berkas segera diserahkan ke JPU.
SuaraBogor.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial FBH di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, akhirnya mencapai titik krusial.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, majikan FBH berinisial OAP (37), yang merupakan oknum ASN BPK, kini resmi ditahan oleh Polres Bogor.
Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menjelaskan bahwa penahanan OAP dilakukan pada hari ini, Senin (23/2/2026).
"Updatenya hari ini untuk tersangka sudah dilakukan pemeriksaan di Satres PPA-PPO Polres Bogor terus selanjutnya kami akan melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan,” ujar AKP Silfi.
Dalam pemeriksaan sebagai tersangka, AKP Silfi Adi Putri mengungkapkan adanya perbedaan keterangan antara pelaku dan korban.
"Kalau pengakuannya dia sih hanya dibilangnya mencubit saja. Berdasarkan keterangannya ya," jelas AKP Silfi, kepada wartawan di Polres Bogor, Senin (23/2/2026)
Namun, hasil penyidikan Polres Bogor, yang sesuai dengan keterangan korban, menunjukkan adanya penganiayaan berulang yang terjadi selama kurang lebih 6 bulan.
"Kalau keterangan dari korban kan sudah 6 bulan yang lalu ya, cuman baru melapor memang pas kejadian di tanggal 22 Januari tersebut," ungkap AKP Silfi.
Fakta ini diperkuat dengan hasil visum yang menunjukkan luka di bagian kepala, bagian telinga, bagian punggung, dan bagian tangan korban, yang disebabkan oleh trauma panas dan juga trauma benda tumpul.
Baca Juga: Dari Visum hingga Gelar Perkara, Begini Alur Penetapan Tersangka Oknum ASN yang Siksa ART di Bogor
Saat ini, korban FBH, yang sudah tinggal di rumah saudaranya, masih harus memeriksakan kondisi telinganya ke dokter karena informasinya masih ada darah yang menggumpal.
Terkait motif kekerasan, AKP Silfi Adi Putri menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan tersangka, OAP melakukan perbuatan tersebut karena saat itu anaknya jatuh dan korban FBH sebagai pengasuhnya tidak merespons.
"Akhirnya yang bersangkutan marah dan melakukan perbuatan kekerasan," katanya.
Namun, polisi akan terus mendalami keterangan ini, mengingat pengakuan tersangka yang hanya mencubit tidak sesuai dengan luka-luka parah yang dialami korban.
Saat ini, sudah ada 3 orang saksi yang diperiksa, dan polisi memiliki 2 alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.
Dia menambahkan OAP dijerat Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT) dan dilapis dengan pasal penganiayaan di KUHP. Dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Dari Visum hingga Gelar Perkara, Begini Alur Penetapan Tersangka Oknum ASN yang Siksa ART di Bogor
-
Oknum ASN BPK Resmi Jadi Tersangka KDRT Terhadap ART Yatim Piatu di Bogor!
-
Kasus KDRT ART di Gunung Putri Bogor Mulai Temukan Titik Terang
-
Viral! ART Yatim Piatu di Gunung Putri Diduga Disiksa Oknum ASN BPK, Polisi Angkat Bicara
-
Viral, Oknum ASN BPK Diduga Siksa ART Yatim Piatu di Bogor
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan