SuaraBogor.id - Ratusan pasangan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tercatat melakukan perceraian akibat judi online. Hal tersebut tercatat di Pengadilan Agama atau PA Kabupaten Cianjur.
Humas PA Cianjur, Asep Husni megungkapkan, faktor ekonomi menjadi pemicu utama perceraian di Cianjur, dan salah satu penyebab utama dalam kategori ekonomi ini adalah judi online dan pinjaman online (Pinjol).
"Judi online dan pinjaman online ini memengaruhi penghasilan dan kebutuhan keluarga. Uang yang seharusnya dipakai untuk keluarga justru dipakai untuk berjudi, dan ini menyebabkan pertengkaran dan keretakan rumah tangga," kata Asep dikutip dari CianjurUpdate (Jaringan SuaraBogor.id).
Meski judi online tidak mendominasi semua kasus perceraian, Asep menyebut setiap bulan ada beberapa perkara cerai gugat yang diajukan dengan alasan suami judi online.
Untuk kasus yang telah diputus cerai, mediasi tidak bisa dilakukan dan pasangan harus menikah lagi. Namun, untuk pasangan yang cerai talak masih ada masa rujuk selama tiga bulan.
Kata Asep jumlah janda di Cianjur mencapai 7.483 orang dari tahun 2023 hingga Juni 2024, dengan rentang usia yang yang di dominasi perembuan di bawah 30 tahun.
Menanggapi fenomena ini, Asep menghimbau masyarakat Cianjur untuk menjauhi perceraian, khususnya yang dipicu oleh judi online.
"Judi online itu dosa dan memiliki efek domino yang dapat membuat kecanduan dan menghabiskan uang. Hindari judi online untuk menjaga keharmonisan rumah tangga," tegas Asep.
Baca Juga: Nekat Curi Baut Rel Demi Uang, Pemuda Cianjur Ditangkap Polisi Sukabumi
Berita Terkait
-
Nekat Curi Baut Rel Demi Uang, Pemuda Cianjur Ditangkap Polisi Sukabumi
-
KAI Gebuk Vendor Nakal, Perketat Pengawasan Narkoba Usai Pegawainya Terciduk Sabu
-
KAI Tegas! Pegawai Terlibat Narkoba Dipecat dan Diproses Hukum
-
Oknum Pegawai KAI Cianjur Diciduk Polisi Saat Ambil Paket Sabu, Siap Edarkan ke Pengguna
-
Pegawai Outsourcing Ahli Daya KAI Jual Narkoba di Cianjur
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap
-
AQUA Elektronik Resmikan Brand Shop Baru di Cibinong
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan Perumahan, KPP Rp427,5 Miliar Disalurkan
-
1.402 Mahasiswa Baru UIKA Bogor Resmi Dilantik, Wakil Bupati Beri Kejutan Dua Laptop
-
DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026