SuaraBogor.id - Masyarakat Kota Depok, Jawa Barat saat ini dimanjakan oleh pemerintah pusat dengan hadirnya Biskita Trans Depok.
Pemkot Depok dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) saat ini menyiapkan 44 halte untuk penumpang menunggu Biskita Trans Depok.
Lokasinya sendiri mulai dari Terminal Depok Jalan Margonda hingga Stasiun LRT Harjamukti.
"Kita sediakan 44 halte mulai dari Terminal Depok Jalan Margonda sampai ke Stasiun LRT Harjamukti," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, dikutip Sabtu (6/7/2024).
Idris mengatakan Biskita Trans Depok saat ini tahapan sosialisasi ke masyarakat selama enam bulan. Di mana masa ini coba sudah dilakukan.
"Uji coba sudah dilakukan. Sekarang ini kita sosialisasi ke masyarakat nanti kita luncurkan kalau sudah siap fasilitas halte sampai dengan soal kartu," kata Idris.
Idris mengatakan selama masa sosialisasi enam bulan ke masyarakat transportasi Biskita Trans Depok ini untuk tarif dikenakan nol rupiah karena untuk naik bis ini harus mengunakan card seperti e - money.
"Masa sosialisasi enam bulan, untuk tarif nol rupiah," kata Idris.
Idris menilai keberadaan Biskita Trans Depok mampu mengurangi kemacetan di Kota Depok.
Baca Juga: Hujan Es Terjang Depok di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Melihat kondisi jumlah penduduk di Kota Depok, khususnya di wilayah Jabodetabek terus bertambah sehingga memerlukan transportasi seperti Biskita Trans Depok.
"Salah satunya memecahkan kemacetan di Kota Depok. Memecahkan kemacetan ini tidak hanya melebarkan jalan," katanya.
"Tapi dengan adanya transportasi ini bisa membuat kesadaran warga mengalihkan untuk menggunakan transportasi publik ini ," kata Idris.
Idris mengatakan keberadaan Biskita Trans Depok merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Depok dengan Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Pusat untuk kepentingan masyarakat luas sehingga kemacetan di wilayah Jabodetabek bisa teratasi.
"Insya Allah bisa mengurangi mobilitas kendaraan bermotor di jalan. Ini adalah kolaborasi pemerintah kota, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Pusat pusat. Untuk kepentingan masyarakat," ungkap Idris. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Viral Sopir Mengeluh Pungli di Pasar TU Kemang Bogor, PPJ Buka Suara Bikin Terang
-
Desa BRILiaN Balbar di Sofifi Maluku Utara Jadi Ruang UMKM Tumbuh di HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Bela Istri yang Ditendang, Pria di Cibinong Tewas Ditikam Saat Beli Gorengan
-
Respons Protes Habib Bahar, Pemkab Bogor Tutup Pabrik Minol di Citeureup
-
Hasil Patungan Personel Polres Bogor, Bantuan Rp100 Juta Tiba di Manggarai Timur NTT