-
Tanah 800 hektare di Bogor, rumah warga sejak 1930-an, terancam dilelang paksa karena agunan skandal BLBI era 80-an.
-
Mendes PDT Yandri Susanto mendesak negara, terutama Kejaksaan, segera kembalikan tanah desa itu menjadi hak milik rakyat.
-
Pengembalian lahan penting untuk kepastian hukum, memulihkan ekonomi warga, dan mencegah konflik agraria di desa lain.
SuaraBogor.id - Suara perlawanan terhadap ketidakadilan sejarah lantang disuarakan dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dua desa tua, Sukaharja dan Sukamulya, yang telah menjadi rumah bagi ribuan warga sejak 1930, kini terancam dilelang paksa.
Tanah seluas 800 hektare yang menjadi nafas ekonomi mereka, terancam raib karena menjadi agunan utang dari era 1980-an yang terkait dengan skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto tidak tinggal diam, turun langsung ke lokasi dan mendesak negara untuk segera hadir, mengembalikan hak milik yang terampas ke pangkuan rakyat.
Dalam sebuah kunjungan yang menunjukkan komitmen seriusnya ke lokasi plang penyitaan aset di Desa Sukaharja pada Kamis, Mendes PDT Yandri Susanto menyatakan bahwa masalah ini jauh melampaui sengketa aset biasa.
Ini adalah pertarungan untuk harkat hidup masyarakat desa yang telah puluhan tahun terampas haknya. Dengan nada tegas, Yandri mendesak institusi hukum tertinggi negara untuk bertindak.
"Saya sudah minta kepada negara, terutama ke pihak Kejaksaan. Saya juga akan diskusi dengan Pak Jaksa Agung. Kita minta ini dikeluarkan dari aset yang digadaikan sehingga menjadi milik desa, kembali menjadi milik rakyat," kata Mendes Yandri, dilansir dari Antara.
Menurut Yandri, pengembalian tanah seluas 337 hektare di Desa Sukaharja dan 451 hektare di Desa Sukamulya ini adalah kunci ganda, pertama, untuk memberikan kepastian hukum bagi warga yang hidup dalam ketidakpastian.
Kedua, untuk memulihkan dan mendorong kembali aktivitas produktif seperti bercocok tanam, yang esensial bagi ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Membongkar Strategi CIMB Niaga Bogor: Bukan Hanya Pinjaman, Tapi Garansi Bisnis Berkelanjutan
"Masyarakat bisa punya kepastian hukum. Oleh karena itu, saya datang ke sini," tegas Yandri, menggarisbawahi urgensi tindakan negara.
Fakta bahwa tanah seluas 800 hektare tersebut kini terdaftar sebagai aset yang disita akibat BLBI sungguh mengganggu.
Warga tidak bisa memanfaatkan lahan mereka sebagaimana mestinya, menghambat potensi ekonomi dan menimbulkan penderitaan.
Mendes Yandri mencium adanya kejanggalan di balik pengagunan tanah desa ini.
Ia menyampaikan, terdapat dugaan kesepakatan yang tidak seharusnya terjadi saat tanah tersebut diagunkan pada era 1980an.
Lebih parah lagi, pihak bank yang terlibat diduga tidak melakukan verifikasi lapangan yang tepat. Artinya, ada potensi maladministrasi atau penyalahgunaan wewenang yang secara fundamental merampas hak kepemilikan masyarakat desa.
Berita Terkait
-
Membongkar Strategi CIMB Niaga Bogor: Bukan Hanya Pinjaman, Tapi Garansi Bisnis Berkelanjutan
-
Lelang Tanah 800 Hektare Akibat 'Dosa Masa Lalu': Dua Desa Kuno di Bogor Jadi Tumbal Skandal BLBI
-
Bongkar Pasang Dapil Bogor 2029: KPU 'Mainkan' Kursi di Dapil IV, Ciomas Siap Guncang Peta Politik?
-
Jemput Weekend Seru di Bogor! 4 Destinasi Wisata dan Kuliner Hits yang Wajib Dicoba Gen Z
-
Bupati Bogor Pasang Standar Tinggi untuk Birokrat Baru: Pelayanan Terbaik Tanpa Kompromi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir