-
Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahjono, membantah dugaan pembiaran pelepasan mobil berisi BBM. Mobil itu diambil paksa 4 oknum wartawan dari pemiliknya.
-
Mobil yang dibawa oknum wartawan ke Polsek akhirnya dibawa keluar oleh pemiliknya di tengah ketegangan, sehingga tidak ada serah terima atau laporan resmi.
-
Polsek Jonggol menegaskan tidak menolak laporan, tetapi belum menerima laporan resmi maupun serah terima barang bukti BBM dari oknum wartawan tersebut.
SuaraBogor.id - Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahjono meluruskan kabar soal dugaan pembiaran pelepasan barang bukti mobil yang mengangkut Jerigen berisi BBM yang terjadi pada Jumat 14 November 2025 kemarin.
Kompol Hida menjelaskan, kejadian itu bermula saat empat oknum wartawan berinisial AT, YI, B dan AK datang membawa satu unit kendaraan R4 merk Suzuki Carry Pick Up warna biru yg diduga berisi beberapa jerigen BBM sekitar pukul 18:30.
Mobil yang dibawa oknum wartawan itu merupakan milik warga yang membawa BBM untuk dijual secara eceran. Mobil, itu kata dia, diduga diambil paksa oleh oknum wartawan dari pemiliknya.
"Oknum media mengambil paksa kendaraan warga," kata dia, Senin 17 November 2025.
Pada saat kejadian, tiba warga bernama Dedi dan Usup yang merupakan pemilik mobil dan berusaha mengambil kunci mobil dari oknum wartawan AT.
"Antara pihak pemilik mobil dan pihak media sempat terjadi ketegangan di parkiran Polsek dan pada saat dilerai oleh Anggota Polsek, Ucup selaku pemilik mobil saat itu sudah di dalam mobil tersebut dan menyalakan mesin kendaraan, namun akhirnya situasi dapat dikendalikan," jelas dia.
Ia menyebut, pengambilan barang bukti oleh oknum wartawan yang dikirim ke Polsek Jonggol belum ada serah terima maupun laporan resmi.
"Karena berhubung sesaat setelah kejadian baik pemilik kendaraan maupun media yang membawa kendaraan pick up tersebut ke Polsek telah meninggalkan begitu saja lokasi Polsek," jelas dja.
Dia menegaskan, pihaknya tidak akan pernah menolak laporan dari siapapun selagi laporan tersebut dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Baca Juga: Indra Sjafri Ungkap 'Penyakit' Turunan Garuda Muda
"Kami tegaskan bahwa Polsek Jonggol tidak pernah menolak laporan dari siapapun, apalagi tidak menindaklanjuti laporan, namun dalam peristiwa tersebut Polsek memang belum menerima laporan dari rekan-rekan media, dan belum menerima Penyerahan Kendaraan yang diduga melakukan tindak pidana tersebut," jelas dia.
"Kita bahkan belum sempat memastikan muatan apa yang ada dalam jirigen yang diangkut dalam kendaraan tersebut, karena kendaraan tersebut telah dibawa keluar oleh pemiliknya meninggalkan Polsek," lanjutnya.
Ia memastikan, tindak pidana apapun akan ditindaklanjuti oleh Polsek Jonggol. Terbaru Polsek Jonggol telah mengamankan satu unit kendaraan yang telah diubah bentuk cabin nya menjadi tangki dengan kapasitas 1.000 liter, yang berisi sekitar 800 liter BBM Jenis Solar bersubsidi yang dibeli dari beberapa SPBU di wilayah Kecamatan Cileungsi, Klapanunggal dan Jonggol.
"Telah kami amankan dan perkara nya telah kami limpahkan ke Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Bogor berikut pelaku dan barang bukti. Kami menghimbau, khususnya kepada para penjual Bensin eceran untuk tidak memperdagangkan BBM bersubsidi khususnya jenis pertilite, kami tahu para pedagang ini menjual bensin eceran ini untuk menyambung hidup, namun silahkan untuk hanya menjual BBM Jenis Pertamax saja kepada masyarakat," tutup dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Indra Sjafri Ungkap 'Penyakit' Turunan Garuda Muda
-
Debut Kapten Timnas U-22 Ivar Jenner: Indonesia Dipermalukan Mali 0-3 di Stadion Pakansari
-
9 Ribu Pegawai Paruh Waktu di Bogor Diberi Peringatan Keras: Jangan Gadai SK
-
Bentuk Raperda Baru, DPRD Kota Bogor Dukung Capaian RPJMD 2025 - 2030
-
Rudy Susmanto Lantik Ribuan PPPK: Momen Haru Suradi, Penjaga Sekolah yang 20 Tahun Berjuang
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Bikin Resah dan Bahayakan Pengendara, Truk Sampah 'Roboh' di Bogor Akhirnya Ditarik dari Jalan
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah