-
Kabupaten Bogor menempati peringkat pertama di Jawa Barat sebagai daerah dengan frekuensi bencana alam tertinggi di tahun 2025, diikuti Sukabumi dan Cianjur.
-
Meskipun rawan bencana, Kabupaten Bogor dinilai mampu menangani dampaknya secara mandiri karena memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan APBD yang besar.
-
Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan KBB yang juga rawan bencana mengalami keterbatasan anggaran. BPBD Jabar latih daerah agar dana pusat terserap maksimal.
SuaraBogor.id - Bagi kamu yang tinggal atau sering berlibur ke kawasan Puncak dan sekitarnya, ada baiknya mulai meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat baru saja merilis data krusial terkait peta kebencanaan di Tanah Pasundan ini.
Hasilnya cukup mengejutkan, Kabupaten Bogor menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan frekuensi bencana tertinggi di Jawa Barat sepanjang tahun ini.
Informasi ini disampaikan langsung di tengah tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah Jawa Barat pada akhir tahun 2025.
Kepala Bidang Perencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Barat, Edy Heryadi, memaparkan fakta tersebut berdasarkan data infografis terbaru yang dihimpun pihaknya.
"Kabupaten Bogor ini infografis bencananya paling tinggi di Jawa Barat kemudian diikuti dengan Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat," jelas dia, Kamis 20 November 2025.
Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi warga di wilayah aglomerasi Jabodetabek, mengingat Kabupaten Bogor adalah penyangga ibu kota yang padat penduduk sekaligus destinasi wisata favorit kaum urban.
Meski menyandang status sebagai wilayah paling rawan, ada satu sisi menarik terkait kesiapan finansial daerah tersebut. Kabupaten Bogor, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar, dinilai masih memiliki "napas" yang cukup panjang untuk menangani dampak bencana secara mandiri menggunakan APBD mereka.
Namun, realitas berbeda dialami oleh wilayah tetangganya yang juga masuk dalam zona merah bencana. Edy menyoroti adanya ketimpangan kemampuan fiskal dalam menghadapi krisis alam ini.
Baca Juga: Razia Pajak 3 Hari di Simpang Sentul Bogor: Siapa Belum Bayar Kena Cekal!
"Mungkin di satu sisi untuk Kabupaten Bogor dalam aspek dalam aspek pembiayaan mungkin tidak terlalu bermasalah tapi seperti Kabupaten Sukabumi, KKB, Cianjur itu sangat terbatas untuk penanggulangan bencana," jelas dia.
Kondisi geografis Kabupaten Sukabumi dan Cianjur yang memiliki bentang alam pegunungan dan rawan longsor, ditambah dengan keterbatasan anggaran, menjadikan dua daerah ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Menyadari keterbatasan anggaran di beberapa daerah tingkat II, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam. BPBD Jabar kini tengah menyusun strategi taktis agar aliran dana penanggulangan bencana dari pemerintah pusat bisa terserap maksimal ke daerah-daerah yang membutuhkan suntikan dana.
Langkah konkret yang dilakukan adalah dengan melatih pemerintah kota dan kabupaten untuk menyusun proposal bantuan yang valid dan sesuai standar nasional. Hal ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk tahun anggaran mendatang.
"Kami melakukan bimbingan teknis bagaimana cara menyusun proposal dan usulan mudah-mudahan tahun 2026. Kalau sudah ada arahan dari pusat daerah bisa mengusulkan tentunya akan segera diusulkan sehingga dana pooling kami ini bisa lebih dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana," tutup dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Razia Pajak 3 Hari di Simpang Sentul Bogor: Siapa Belum Bayar Kena Cekal!
-
Bikin Penasaran! Abdul Khoir Punya Rencana Ini Untuk Susukan Bojonggede
-
Jalur 4 Stasiun Depok Lumpuh Sempat Kacaukan KRL, Sekarang Rute Bogor-Jakarta Normal Lagi
-
Rahasia Mendapatkan Ratusan Ribu dari 5 Link DANA Kaget, Cepat Sebelum Kehabisan Kuota!
-
Lunasi Pajak Kendaraan atau Surat Tilang Menanti, Inilah Fokus Operasi Zebra di Simpang Sentul
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Jumat Kelabu di Bogor Selatan, Longsor Bonggol Bambu Timbun 2 Balita
-
Damkar Ciomas Bawa Mobil Tempur Cuma Buat Isi Kolam Renang Bocah yang Nangis Kejer
-
Damkar Bogor Gandeng Media Jadi Jembatan Edukasi Tanggap Bencana dan Bahaya Kebakaran
-
3 Rekomendasi Botol Minum Sepeda Terbaik 2026, Harga Mulai Rp50 Ribuan
-
BRI Salurkan Bonus dan Literasi Keuangan untuk Atlet SEA Games 2025