Seorang balita M (4 tahun 7 bulan) menjadi korban kritis penganiayaan berulang oleh ayah tirinya di Bogor. Ia kini dirawat intensif di RSUD Kota Bogor.
Pelaku, ayah tiri korban, melakukan kekerasan berat berulang kali karena merasa kesal terhadap korban yang dianggap susah diatur atau rewel.
Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Depok, kondisi korban sangat memprihatinkan dan masih kritis akibat luka serius dari tindakan penganiayaan yang dilakukan.
SuaraBogor.id - Kasus kekerasan terhadap anak kembali mencoreng wajah kemanusiaan kita. Di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor, seorang balita perempuan berinisial M yang baru berusia 4 tahun 7 bulan harus berjuang antara hidup dan mati.
Ia diduga menjadi korban kebiadaban sosok yang seharusnya menjadi pelindung, yakni ayah tirinya sendiri.
Kabar ini sontak membuat geger dan memicu amarah publik, khususnya para orang tua muda yang aktif di media sosial.
Korban kini terbaring lemah dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bogor.
Luka-luka serius di sekujur tubuh mungilnya menjadi saksi bisu betapa berat penderitaan yang dialaminya.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, membenarkan kejadian tragis ini.
Ia tidak menutupi fakta bahwa kondisi fisik korban sangat mengkhawatirkan saat dievakuasi.
“Korban atas nama M, umur 4 tahun 7 bulan. Kondisinya sangat memprihatinkan dan sekarang masih dirawat di RSUD Bogor," ujarnya kepada wartawan pada Kamis (4/12/2025).
Berdasarkan pemeriksaan polisi, pemicu kekerasan bukanlah masalah besar, melainkan hanya karena emosi sesaat pelaku yang tidak bisa mengendalikan diri menghadapi perilaku anak kecil.
Baca Juga: Niat Healing, Satu Keluarga Terjebak Air Bah di Pamijahan Bogor Akibat Hujan Deras
Pelaku merasa kesal karena korban dianggap rewel dan susah diatur. Ketidaksabaran ini kemudian dilampiaskan melalui serangkaian kekerasan fisik yang brutal.
“Motif yang dilakukan tersangka ataupun ayah tiri korban karena kesal. Namanya anak, kadang susah diatur atau rewel,” jelas Kompol Made.
Fakta yang lebih menyayat hati terungkap dari pendalaman penyidikan. Tindakan keji ini ternyata bukan insiden tunggal yang terjadi karena khilaf sesaat. Polisi menemukan indikasi bahwa penganiayaan tersebut dilakukan secara berulang atau repetitif.
“Sehingga tersangka beberapa kali melakukan tindakan kekerasan kepada korban sampai korban mengalami kondisi yang sangat-sangat memprihatinkan,” tambahnya.
Kasus ini kini ditangani serius oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok (mengingat wilayah hukum Tajurhalang masuk cakupan Polres Metro Depok). Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal tentang KDRT dengan ancaman hukuman penjara yang sangat berat.
Tag
Berita Terkait
-
Niat Healing, Satu Keluarga Terjebak Air Bah di Pamijahan Bogor Akibat Hujan Deras
-
Perda Disabilitas Kabupaten Bogor Lahir! Dinsos: Ini Bukan Charity, Tapi...
-
Alam Menangis, Negara Rugi Rp350 Miliar! Kemenhut Buru Pemodal Tambang Emas Ilegal di Gunung Salak
-
Banyak Mahasiswa IPB Putus Kontak dengan Orang Tua Pasca Banjir Sumatera-Aceh
-
4 Spot Wisata di Ciomas Bogor Buat Liburan Akhir Tahun Anti Macet
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Satu Pakaian, Sejuta Harapan: CSR ibis Styles Bogor Pajajaran Bersama Yayasan Gemilang Indonesia
-
Atap Stadion Pakansari Usai Diperbaiki, Kabupaten Bogor Siap Sambut Piala AFF 2026
-
DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM