-
Dishub Bogor mengantisipasi mobilitas Nataru 2025/2026 dengan mengacu evaluasi pergerakan penumpang Nataru sebelumnya, terutama sepeda motor arteri sebagai dominasi pergerakan.
-
Total pergerakan penumpang Nataru 2024/2025 secara nasional mencapai 22,4 juta orang, yang berdampak signifikan pada jalur arteri dan wisata di wilayah Kabupaten Bogor.
-
Dishub Bogor memperkuat pengawasan dan pengaturan lalu lintas di jalur rawan kepadatan dan wisata. Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan demi kelancaran dan keselamatan.
SuaraBogor.id - Bayang-bayang kemacetan panjang kembali menghantui warga Jabodetabek dan sekitarnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Bagi Kawan Muda yang berniat healing ke Puncak atau sekadar melintasi wilayah Bogor, persiapan matang wajib dilakukan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor kini tengah dalam mode siaga satu mengantisipasi ledakan mobilitas warga yang diprediksi sangat tinggi.
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, mengungkapkan bahwa strategi pengamanan tahun ini mengacu pada evaluasi data pergerakan penumpang tahun sebelumnya yang angkanya bikin geleng-geleng kepala.
Tercatat, total pergerakan penumpang angkutan pribadi secara nasional mencapai 22.442.276 orang pada periode Nataru lalu. Angka masif ini menjadi sinyal merah bagi Bogor sebagai daerah penyangga ibu kota sekaligus destinasi wisata favorit.
“Data nasional ini kami gunakan sebagai dasar untuk mengantisipasi dampak pergerakan di wilayah Bogor, terutama pada jalur arteri, jalur wisata, dan koridor penghubung Bogor–Jakarta,” ujar Bayu dilansir dari Antara, Selasa (16/12/2025).
Fakta yang paling mencengangkan dari evaluasi Dishub adalah dominasi sepeda motor. Berdasarkan data, pergerakan penumpang terbesar berasal dari pengguna motor di jalur arteri non-tol. Total pergerakan motor keluar-masuk Jabodetabek menembus angka lebih dari 12,5 juta orang.
Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Motor Keluar Jabodetabek: 6.421.847 penumpang.
- Motor Masuk Jabodetabek: 6.144.750 penumpang.
Bayangkan jutaan motor tersebut memadati jalur arteri Bogor-Jakarta atau jalur alternatif menuju tempat wisata. Risiko kemacetan stuck hingga kecelakaan lalu lintas menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai oleh para pengendara.
“Karena itu, kami memperkuat pengawasan dan pengaturan lalu lintas di jalur arteri serta kawasan wisata yang berpotensi terdampak lonjakan pergerakan,” tegas Bayu.
Baca Juga: Rumpin Bogor Punya 4 Hidden Gem Wisata Alam dan Surga Durian untuk Libur Akhir Tahun
Menghadapi serbuan kendaraan pribadi—baik motor maupun mobil yang mencapai 6 juta pergerakan di tol dan arteri—Dishub Kabupaten Bogor tidak tinggal diam. Pendekatan berbasis data diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian di lapangan.
Pola penempatan personel akan disesuaikan secara dinamis. Petugas tidak hanya berjaga di posko, tetapi akan lebih responsif pada jam-jam krusial di titik rawan seperti simpang Gadog, Ciawi, hingga jalur alternatif Sentul.
Bayu menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, mengingat tingginya volume kendaraan roda dua yang melintas. Ia meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri jika kondisi jalan sudah terlalu padat atau tubuh mulai lelah.
“Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci agar mobilitas tinggi selama Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, termasuk di wilayah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rumpin Bogor Punya 4 Hidden Gem Wisata Alam dan Surga Durian untuk Libur Akhir Tahun
-
Dibayar Rp 250 Ribu, Siswa Les Dapat Bocoran Soal? Guru SDN Bogor Langsung Diberhentikan Sementara
-
Miris! Guru SDN di Cibinong Diduga 'Lombakan' Uang Kas Siswa untuk Cepat Pulang
-
Jadwal KRL Bogor-Jakarta 15 Desember 2025: Keberangkatan Awal hingga Kereta Terakhir
-
Waspada Libur Nataru! Tanggal Ini Diprediksi Jadi Puncak Macet di Pintu Masuk Bogor
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
Terkini
-
Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok
-
Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor
-
BRI Catat Investor Baru Wealth Management Tumbuh 280,68 Persen hingga Kuartal II 2026
-
Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil
-
Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV