- Siswa Kampung Cibuntu, Bogor, setiap hari menempuh 9 km jalan rusak selama dua jam demi sekolah.
- Kondisi jalan yang buruk dan potensi sungai meluap sangat menghambat akses harian para pelajar menuju sekolah.
- Pemkab Bogor menindaklanjuti dengan pembangunan jalan bertahap sejak 2021, alokasi lanjutan direncanakan tahun 2026.
SuaraBogor.id - Sebuah kisah perjuangan yang menggetarkan hati sekaligus membuka mata tentang realitas pendidikan di pelosok negeri, kini viral di media sosial.
Sejumlah siswa di Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, harus menempuh jalan yang luar biasa berat setiap hari demi bisa meraih pendidikan.
Potret heroik para pelajar ini menjadi perbincangan hangat, menyoroti dedikasi mereka yang tak kenal lelah, serta tantangan infrastruktur yang masih harus mereka hadapi.
Demi bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah, para siswa di Kampung Cibuntu ini harus berjalan kaki sejauh sekitar 9 kilometer. Perjalanan sejauh itu memakan waktu tempuh hingga dua jam, melewati akses jalan yang rusak dan menantang.
Yang lebih memilukan, para siswa bahkan harus berangkat dari rumah sejak pukul 05.30 WIB setiap pagi. Ini berarti, mereka harus sudah beranjak dari tempat tidur jauh sebelum fajar menyingsing, meninggalkan kenyamanan rumah saat sebagian besar anak-anak seusia mereka masih menikmati waktu pagi.
Saat sebagian besar siswa lain sudah memulai pelajaran sekitar pukul 07.30 WIB, mereka baru saja sampai setelah menempuh perjalanan panjang melewati akses jalan yang rusak, demikian kondisi yang terjadi setiap hari.
Bayangkan, tiba di sekolah dalam keadaan lelah setelah menempuh perjalanan berat, namun harus langsung fokus belajar.
Melansir dari MetroBogor -jaringan Suara.com, perjalanan menuju sekolah tidak hanya jauh, tetapi juga penuh tantangan.
Kondisi jalan yang rusak parah membuat akses menjadi sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Baca Juga: Simak Jadwal One Way dan Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini, Sabtu 14 Maret 2026
Jalan yang berlumpur dan becek sering kali memperlambat perjalanan para siswa.
Selain itu, jika debit sungai di sekitar wilayah tersebut meningkat atau meluap, akses jalan menuju sekolah bahkan bisa terputus sementara waktu.
Menanggapi beredarnya informasi mengenai kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan telah menindaklanjuti laporan terkait akses jalan yang dilalui para siswa di Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret.
Berdasarkan keterangan yang diunggah akun Instagram @lapor_pakbupati, jalan yang digunakan para siswa merupakan akses milik Pemerintah Desa dengan panjang sekitar 4.100 meter.
Pembangunan jalan tersebut sebenarnya telah dilakukan secara bertahap melalui bantuan keuangan desa sejak tahun 2021 hingga 2025.
Namun, proses pembangunan belum selesai secara menyeluruh, sehingga masih terdapat sejumlah ruas yang kondisinya belum memadai untuk dilalui.
Berita Terkait
-
Simak Jadwal One Way dan Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini, Sabtu 14 Maret 2026
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber Bersama Alumni Sekolah di Puncak Bogor untuk Ramadan 2026
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Menjangkau Pelosok Talaud, Mantri BRI Perkuat Perekonomian Masyarakat Lewat Pendampingan UMKM
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner