- Oknum pejabat Kemenag Kabupaten Bogor berinisial R dicopot dari Kasubag TU karena pungli.
- Sanksi tegas dari Irjen Kemenag RI menyebabkan R diturunkan pangkat menjadi staf biasa.
- Dugaan pungli terhadap ribuan guru madrasah ini diperkirakan telah merugikan dana miliaran rupiah.
SuaraBogor.id - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum pejabat di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor terhadap ribuan guru madrasah kini telah ditindaklanjuti.
Pejabat berinisial R yang menjadi sorotan publik dipastikan sudah tidak lagi menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha (TU) setelah diberikan sanksi oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag RI.
Plt. Kemenag Kabupaten Bogor, Raden Enjat Mujiat, mengakui mengetahui kasus yang menimpa R, yang diduga melakukan pungli terhadap ribuan guru madrasah hingga merugikan miliaran rupiah.
Enjat Mujiat menjelaskan bahwa jabatan R kini sudah diganti oleh Plh Kasubag TU bernama Roby Samsi. Pergantian ini dilakukan setelah R terbukti secara internal melakukan pungli.
"Sejauh yang saya tahu seperti itu, karena Kasubag (TU) sekarang Plh,” jelas Enjat, dilansir dari MetroBogor -jaringan Suara.com, Jumat (13/3/2026).
Lebih lanjut, R tidak hanya dicopot dari jabatan Kasubag TU, tetapi juga diturunkan jabatannya menjadi staf biasa di Kemenag Kabupaten Bogor.
Ini merupakan sanksi administratif atas penyalahgunaan wewenang untuk mencari keuntungan pribadi. "Masih di Kemenag, sebagai staf,” singkat Enjat.
Kasus pungli ini diduga merugikan ribuan guru madrasah hingga miliaran rupiah, sebuah angka yang sangat besar dan memprihatinkan.
Praktik pungli semacam ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak moral dan kepercayaan terhadap institusi pendidikan serta pemerintahan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Bukber Bersama Alumni Sekolah di Puncak Bogor untuk Ramadan 2026
Kendati demikian, Enjat Mujiat mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja pihak lain yang mungkin terlibat dalam kasus pungli ini atau berapa banyak orang yang telah diperiksa dalam proses investigasi.
"Saya belum tahu (berapa orang diperiksa). Karena masih Plt,” tutupnya.
Sebelumnya, oknum pejabat Kemenag Kabupaten Bogor ini memang diduga kuat melakukan pungli terhadap ribuan guru madrasah, yang kemudian memicu respons dari Irjen Kemenag RI dan kini berujung pada sanksi tegas.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber Bersama Alumni Sekolah di Puncak Bogor untuk Ramadan 2026
-
Bermunajat di 10 Hari Terakhir, Bupati Bogor Ajak Warga Perkuat Iman lewat Tahajud Berjamaah
-
Izin SMK IDN Boarding School Dicabut, Terkuak Masalah PBG di Balik Keputusan Drastis Dedi Mulyadi
-
Mantan Wakil Ketua DPRD Bogor, Hj. Saptariyani Meninggal Dunia
-
9.867 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bogor Dipastikan Terima THR Tahun Ini
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan dan Minuman ke Labkesda
-
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda