- Polres Cianjur menangkap DS (43) karena diduga menggelapkan arisan paket Lebaran senilai Rp1 miliar.
- Ratusan peserta resah karena tidak menerima paket Lebaran yang dijanjikan; kasus ini dilaporkan ke Polsek Cilaku.
- Pengelola arisan diduga menggunakan sistem gali lubang tutup lubang dan kini masih berstatus terlapor.
SuaraBogor.id - Suasana jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Cianjur, Jawa Barat, diwarnai kabar mengejutkan dengan terungkapnya kasus arisan paket Lebaran diduga bodong.
Polres Cianjur berhasil mengamankan pengelola arisan berinisial DS (43), warga Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku. Penangkapan ini dilakukan setelah ratusan warga yang menjadi peserta arisan resah karena paket Lebaran yang dijanjikan tak kunjung diterima, dengan total kerugian mencapai Rp1 miliar.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa kasus ini mencuat setelah para peserta arisan yang tidak kunjung mendapat kepastian sempat mendatangi rumah pengelola. Namun, mereka tidak mendapati DS di tempat, sehingga melaporkan hal tersebut ke Polsek Cilaku.
Kasus ini diduga menggunakan modus arisan paket Lebaran, di mana masyarakat diiming-imingi paket sembako atau barang kebutuhan Lebaran lainnya dengan sistem pembayaran arisan. Namun, setelah uang terkumpul, paket yang dijanjikan tak kunjung didistribusikan, dan pengelola pun menghilang.
Kerugian total yang mencapai Rp1 miliar menunjukkan skala kejahatan yang tidak main-main, melibatkan ratusan warga dari dua kecamatan yang ikut sebagai peserta. Angka kerugian ini tentu sangat memukul para korban, terutama menjelang Lebaran yang membutuhkan biaya besar.
Petugas yang mendapat laporan segera bergerak cepat. DS langsung ditangkap dan digiring ke Polres Cianjur guna dimintai keterangan.
"DS saat ini masih menjalani pemeriksaan dan diminta keterangan terkait kasus arisan paket Lebaran yang hingga saat ini belum diterima warga dua kecamatan yang ikut sebagai peserta," kata AKBP Alexander Yurikho Hadi, dilansir dari Antara.
Saat ini, ungkap dia, status DS masih terlapor karena petugas masih melakukan penyelidikan dan pengembangan sebelum menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam kasus arisan paket Lebaran bodong.
Hasil penyelidikan sementara diketahui DS pengelola arisan memiliki utang lebih dari Rp 1 miliar, sehingga tidak dimungkinkan untuk menggunakan asetnya mengganti kerugian korban yang menunggu paket Lebaran mereka diberikan.
Baca Juga: Nyepi 2026, BRI Peduli Salurkan Paket Sembako bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali
Pihaknya menduga DS yang sudah menjalankan bisnisnya sejak belasan tahun lalu, menerapkan sistem gali lobang tutup lobang guna menutupi pengeluaran dan saat menjelang Lebaran uang yang dikumpulkan habis sehingga tidak dapat memberikan paket pada ratusan orang peserta.
"Secepatnya akan kita tetapkan sebagai tersangka, karena kemungkinan besar yang bersangkutan tidak dapat mencairkan paket yang sudah dijanjikan dengan total uang uang sudah diterima Rp1 miliar," katanya.
Sementara sebelum DS diamankan, ratusan peserta arisan dari dua kecamatan di Cianjur, sempat mendatangi rumahnya di Kampung Cijati, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, karena paket berupa sembako belum mereka terima sedangkan Lebaran tinggal menghitung hari.
Ratusan peserta dari beberapa desa di Kecamatan Cilaku dan Cibeber datang menggunakan mobil wara-wiri dan sepeda motor, para peserta arisan berniat menanyakan kepastian terkait paket yang akan diolah menjelang hari Lebaran namun yang bersangkutan tidak tidak berada di rumah.
Rata-rata korban selama ini sudah menyetorkan uang mulai dari Rp500 ribu sampai Rp2,2 juta kepada DS dengan janji mendapatkan paket sembako tujuh hari sebelum lebaran, namun ketika didatangi DS berdalih belum ada uang.
Berita Terkait
-
Nyepi 2026, BRI Peduli Salurkan Paket Sembako bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali
-
Rekomendasi Tempat Abadikan Momen Lebaran di Bogor: Ada Atedoz Space dan Aceng Production
-
Waspada Jalur Mudik Cianjur, Dua Pengendara Motor Tewas dalam Dua Hari Terakhir
-
Simak Jadwal One Way dan Ganjil Genap Puncak Bogor Hari Ini, Sabtu 14 Maret 2026
-
Mau Mudik Lebaran ke Bogor? Cek 16 Titik Posko Siaga dan Aturan One Way Terbaru
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Gang Aigi Karanggan Ditutup, Ini Panduan Jalur Pengalihan Lewat Underpass Narogong
-
Ojol di Bandung Bersimbah Darah Ditebas Celurit, Motor Dibawa Kabur Begal Jalan Cikawao
-
6 Fakta Penyegelan Gudang Motor Listrik BGN oleh Kejagung
-
Citeureup, Nanggung dan Babakan Madang Mulai Kekeringan, Ribuan Jiwa Krisis Air Bersih
-
Ingatkan Pelat Merah Haram Pakai Pertalite, Ketua DPRD Bogor Minta ASN Hemat Kendaraan Dinas