- Pemkab Cianjur memperpanjang status siaga darurat bencana hingga Desember 2026 akibat prediksi cuaca ekstrem dari BMKG.
- Bupati Cianjur memetakan wilayah rawan bencana guna mengantisipasi dampak banjir, longsor, serta ancaman kekeringan saat peralihan musim.
- Pemerintah daerah menyiapkan anggaran kebencanaan serta membangun sumur bor dan embung untuk memitigasi dampak kemarau panjang.
SuaraBogor.id - Status siaga darurat bencana tahun 2026 dengan menyesuaikan prediksi cuaca ekstrem dari BMKG yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan menjadi sorotan khusus bagi Pemkab Cianjur.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan sebagai langkah antisipasi penanganan bencana, saat ini pihaknya sudah memetakan beberapa wilayah rawan terdampak bencana seperti banjir, longsor, dan bencana lainnya.
Status siaga darurat bencana ditetapkan dengan menyesuaikan prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlanjut sampai Juni-Juli melanda sebagian besar wilayah Cianjur, termasuk peralihan musim dari hujan ke panas.
"Status siaga darurat bencana diperpanjang dan Pemkab Cianjur sudah menyiapkan anggaran dana kebencanaan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kemungkinan peralihan musim yang berpotensi terjadinya kemarau panjang," katanya.
Dia menjelaskan status siaga darurat bencana di Cianjur sebelumnya telah berakhir pada 30 April, namun melihat kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda serta bencana alam yang terjadi di sejumlah kecamatan membuat pihaknya memperpanjang status tersebut.
Bencana alam terbaru terjadi di dua kecamatan, Mande dan Cipanas, dimana banjir bandang menerjang wilayah Desa Jamali, Kecamatan Mande, membuat puluhan rumah warga terendam banjir, 15 diantaranya rusak berat, serta banjir meredam 30 rumah di Desa Batulawang, Kecamatan Pacet.
Seperti diberitakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cianjur, mengajukan perpanjangan status siaga darurat bencana diperpanjang hingga Desember 2026 karena saat ini memasuki peralihan musim dari musim hujan ke panas.
Dimana pada peralihan musim diprediksi akan terjadi kemarau lebih cepat dan panjang sehingga perlu diwaspadai masyarakat terutama di wilayah rawan kekeringan.
"Musim kemarau basah sudah mulai terjadi, dimana hal tersebut merupakan perubahan cuaca dimana pada siang cerah atau panas dan saat petang hingga malam terjadi hujan," kata Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat.
Baca Juga: Olah TKP Kasus Pembacokan Maut di Cianjur, Kapolres: Secepatnya Pelaku Kami Tangkap
Informasi dari BMKG tutur dia, setelah kemarau basah berlalu, akan terjadi musim kemarau yang lebih cepat diperkirakan mulai terjadi pertengahan tahun dan diperkirakan akan berlangsung cukup panjang.
Sehingga berbagai upaya untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bersama Pemkab Cianjur sudah melakukan mitigasi dan pemetaan termasuk menambah titik sumur bor dan embung air yang dapat dijadikan sumber air bagi warga di wilayah rawan kekeringan. [Antara].
Berita Terkait
-
Olah TKP Kasus Pembacokan Maut di Cianjur, Kapolres: Secepatnya Pelaku Kami Tangkap
-
Daftar 5 Desa Terdampak Longsor di Cianjur: Jembatan Putus, Belasan Rumah Terancam
-
Waspada Cuaca Ekstrem! Pergerakan Tanah Putus Akses Jalan Antardesa di Sukaresmi Cianjur
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Kasus Kekerasan Pelajar di Cianjur Memanas, 11 Saksi Diperiksa Polisi untuk Bongkar Motifnya
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot
-
Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal
-
Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang
-
Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara
-
Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong