- BPBD Cianjur memastikan akses jalan menuju Situs Megalitikum Gunung Padang kini sudah dapat dilalui normal setelah pembersihan material longsor.
- Evakuasi material longsor di Desa Cibokor berhasil dilakukan berkat kerja sama BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat.
- Pengendara diimbau tetap waspada saat melintas karena kondisi jalan masih licin dan adanya potensi longsor akibat cuaca ekstrem.
SuaraBogor.id - Kabar baik datang bagi para wisatawan, peneliti, dan masyarakat yang hendak mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan bahwa jalur utama menuju situs bersejarah tersebut, tepatnya di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, sudah dapat dilalui normal untuk kedua arah.
Sebelumnya, jalur menuju Situs Gunung Padang ini sempat tertutup akibat bencana tanah longsor, yang tentu saja menghambat akses dan mobilitas. Namun, berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, masalah ini dapat diatasi dengan cepat.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, di Cianjur, Jumat, menjelaskan bahwa material longsor yang menimbun jalan sudah berhasil dievakuasi.
"Material longsor yang menimbun jalan sudah berhasil dievakuasi dengan satu alat berat dibantu petugas gabungan TNI/Polri, relawan, dibantu warga sekitar," ujar Asep Sudrajat.
Kolaborasi antara BPBD, TNI/Polri, relawan, dan partisipasi aktif warga sekitar menjadi kunci keberhasilan dalam pembersihan jalur ini.
Meski sudah dapat dilalui, pihaknya meminta masyarakat terutama pengendara untuk berhati-hati dan waspada guna mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat cuaca ekstrem masih terjadi terutama saat petang hingga malam.
"Penanganan sudah tuntas dilakukan, namun landasan jalan masih licin karena lumpur sisa longsor yang belum dibersihkan, sehingga pengendara yang melintas diminta ekstra hati-hati dan waspada terutama saat hujan kembali turun," katanya.
Pihaknya bersama dinas terkait, melanjutkan penanganan tebing yang rawan longsor dengan memasang tiang penyangga dari bambu sebelum dipasang bronjong penahan tanah di bagian bawah.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Pelajar di Cianjur Memanas, 11 Saksi Diperiksa Polisi untuk Bongkar Motifnya
Termasuk menyiagakan relawan dibantu warga, guna mengimbau pengendara yang melintas untuk berhati-hati dan waspada, serta tidak melintas ketika hujan deras terutama pada petang hari.
"Seiring cuaca ekstrem yang masih terjadi, kami menyiagakan lebih dari 20 orang petugas dan 360 orang relawan di seluruh desa dan kecamatan di Cianjur, guna melakukan pengawasan, pelaporan, dan penanganan cepat ketika terjadi bencana," katanya.
Sedangkan penanganan banjir dan pohon tumbang yang melanda empat kecamatan, Cibeber, Cilaku, Gekbrong, dan Campaka, sudah tuntas dilakukan termasuk membantu warga membersihkan rumahnya untuk ditempati kembali.
"Kami juga meminta warga di sejumlah kecamatan untuk tetap siaga dan waspada segera mengungsi ketika hujan kembali turun pada malam hari dengan intensitas tinggi," katanya.
Berita Terkait
-
Kasus Kekerasan Pelajar di Cianjur Memanas, 11 Saksi Diperiksa Polisi untuk Bongkar Motifnya
-
Kabur Setelah Menabrak, Sopir Asal Bogor Tak Berkutik Dijemput Polisi Usai Tewaskan Pengacara
-
Target Idul Adha Mulus! Rudy Susmanto Kejar Pembangunan 14 Jembatan Terputus di Bogor
-
Catat Tanggalnya! Pendaftaran Pilkades Digital Cianjur Dibuka Mulai Agustus 2026
-
KA Siliwangi Cipatat-Sukabumi Berhenti Operasi, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor