- Bupati Bogor Rudy Susmanto menetapkan prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah Bogor Barat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
- Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan dana desa sebesar Rp1,5 miliar guna memperkuat kemandirian serta digitalisasi layanan di tingkat desa.
- Pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan konektivitas transportasi akan dilaksanakan untuk mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Bogor Barat.
SuaraBogor.id - Wilayah Bogor Barat, yang selama ini dikenal dengan potensi alamnya, kini siap untuk melesat dengan arah pembangunan yang lebih terfokus dan strategis. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa arah pembangunan di wilayah Bogor Barat akan bertumpu pada tiga fokus utama.
Strategi jangka panjang ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengoptimalkan potensi yang ada demi percepatan pertumbuhan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Demikian disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat menerima perwakilan Kepala Desa wilayah Bogor Barat, di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kamis (23/4).
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Rudy menyebut pembangunan di wilayah Bogor Barat menjadi prioritas utama.
“Dalam dua tahun ke depan, Bogor Barat harus mengalami perubahan signifikan. Kita kejar, terutama dari sisi infrastruktur,” ujarnya.
Rudy mengungkapkan, sejumlah pembangunan pun mulai dilakukan, mulai dari perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah Parung Panjang, Rumpin, hingga akses penghubung ke arah Sukabumi melalui Jalan Nirmala.
Selain itu, penanganan titik longsor, penerangan jalan umum (PJU), hingga pembangunan turap juga terus dikebut, termasuk melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Di sisi lain, Bupati Rudy juga menekankan pentingnya penguatan desa sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor mendorong desa menjadi lebih mandiri melalui peningkatan alokasi dana desa menjadi Rp1,5 miliar, serta memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya untuk kebutuhan prioritas masyarakat.
Tak hanya itu, sejumlah program strategis juga digulirkan, seperti program minimal satu sarjana per desa, digitalisasi data desa yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala, hingga penyederhanaan regulasi bantuan keuangan desa agar lebih mudah diakses dan tepat sasaran.
“Desa harus menjadi ujung tombak pembangunan. Kita ingin kebijakan yang dibuat di kabupaten benar-benar terasa sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang melalui pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah barat dan timur. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembangunan kawasan pusat layanan terpadu (KPTM) yang akan menjadi cikal bakal pusat pemerintahan baru di wilayah tersebut.
Sejumlah proyek strategis juga mulai diarahkan ke wilayah barat, seperti pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Cibungbulang, pengembangan kawasan olahraga berskala besar di Rancabungur, serta rencana perpanjangan jalur KRL hingga Jasinga guna mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Rudy menegaskan, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
“Saya kerjakan yang besar-besar, sementara implementasinya di lapangan ada di desa. Maka kekompakan dan sinergi menjadi kunci,” tegasnya.
Dengan tiga fokus utama tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis dapat mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan kepala desa se-Bogor Barat yang diwakili Kepala Desa Kalong Liud, Jani Nurjaman menyampaikan beberapa isu strategis yang dihadapi desa-desa di wilayah Bogor Barat.
“Terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah memberikan ruang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi. Pada pertemuan ini, sejumlah aspirasi bisa langsung disampaikan kepada Bupati Bogor,” ujar Jani.
Berita Terkait
-
Lepas 445 Jemaah Kloter Pertama, Jaro Ade: Semoga Menjadi Haji Mabrur dan Selamat Kembali
-
Konsep Penataan Terpadu Rudy Susmanto Kini Masuk Prioritas Pusat
-
Bogor Raya Menuju Bebas Sampah! Proyek PSEL Ubah Limbah Jadi Energi Listrik
-
Target Idul Adha Mulus! Rudy Susmanto Kejar Pembangunan 14 Jembatan Terputus di Bogor
-
Perkuat Pembangunan Daerah, Bupati Bogor Rudy Susmanto Galang Sinergi dengan Danjen Kopassus
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir