- Polres Cianjur menyelidiki kasus kekerasan terhadap dua pelajar SMP yang terjadi di sebuah perumahan kosong pada 31 Maret.
- Kepolisian telah memeriksa 11 saksi, termasuk pihak sekolah dan pelajar, guna mengungkap motif penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku.
- Korban mengalami luka di bagian wajah dan kepala sehingga mendapatkan pendampingan khusus dari UPTD PPA dan Dinas Sosial.
SuaraBogor.id - Kasus kekerasan antar pelajar kembali menjadi sorotan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kepolisian Resor Cianjur kini tengah melakukan penyelidikan intensif dengan meminta keterangan 11 orang pelajar sebagai saksi.
Langkah ini dilakukan guna mendalami motif di balik aksi kekerasan sekelompok pelajar terhadap dua orang pelajar lainnya, sebuah insiden yang memprihatinkan dan menuntut penanganan serius demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban terkait kasus kekerasan yang menimpa dua pelajar SMP.
"Dalam laporan yang diterima atas nama korban MRM (15) dan MAS (15) pelajar kelas 9 SMP, sedangkan terlapor berinisial RR (15) yang juga masih berstatus pelajar SMP saat ini masih dalam proses pemeriksaan sebagai saksi," katanya.
Dia menjelaskan dari belasan saksi yang diperiksa termasuk pihak sekolah dan sejumlah pelajar lainnya yang berada di lokasi menyaksikan saat aksi kekerasan yang dilakukan terhadap korban oleh pelaku.
Sedangkan kronologis-nya aksi tersebut terjadi pada Senin 31 Maret sekitar pukul 13:30 WIB di komplek perumahan kosong di Kecamatan Cianjur, dimana korban yang datang ke lokasi untuk menjemput saudaranya langsung dihadang dan mendapat aksi kekerasan.
Berdasarkan hasil visum sementara korban yang mendapat aksi kekerasan dari pelaku bersama sejumlah temannya mengalami luka di bagian wajah dan kepala akibat pukulan tangan kosong.
"Selama proses penanganan kasus dilakukan, kami mendapat pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Dinas Sosial Cianjur, terkait motifnya masih dilakukan pendalaman," katanya.
Sebelumnya tutur dia, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait laporan penganiayaan dua orang pelajar SMP di Cianjur yang dilakukan sejumlah remaja sehingga korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.
Baca Juga: Kabur Setelah Menabrak, Sopir Asal Bogor Tak Berkutik Dijemput Polisi Usai Tewaskan Pengacara
Pihaknya memastikan penanganan kasus penganiayaan terhadap kedua orang korban segera dituntaskan setelah dilakukan pengembangan guna mengungkap motif yang dilakukan para pelaku dan sempat disaksikan sejumlah siswa sekolah dasar. [Antara].
Berita Terkait
-
Kabur Setelah Menabrak, Sopir Asal Bogor Tak Berkutik Dijemput Polisi Usai Tewaskan Pengacara
-
Catat Tanggalnya! Pendaftaran Pilkades Digital Cianjur Dibuka Mulai Agustus 2026
-
KA Siliwangi Cipatat-Sukabumi Berhenti Operasi, Ini Penyebabnya
-
Jalan Penghubung Cianjur-Bogor Putus Tertutup Longsor, 14 Jiwa di Batulawang Mengungsi
-
Cianjur Diamuk Cuaca Ekstrem: 120 Rumah Rusak, Belasan Keluarga Mengungsi
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Bogor Raya Menuju Bebas Sampah! Proyek PSEL Ubah Limbah Jadi Energi Listrik
-
5 Rekomendasi Sepeda yang Enteng Banget Saat Menanjak, Cocok Buat Kamu Si Penakluk Bukit!
-
Kabur Setelah Menabrak, Sopir Asal Bogor Tak Berkutik Dijemput Polisi Usai Tewaskan Pengacara
-
BRI Hadirkan Srikandi Pertiwi di Hari Kartini 2026, Dukung Perempuan Maju
-
BRI Dorong Kesetaraan Gender Lewat Kepemimpinan Inklusif dan Pemberdayaan UMKM Perempuan