- Pergerakan tanah di Desa Rawabelut, Cianjur, menyebabkan empat rumah rusak parah dan dua belas warga harus mengungsi.
- Bencana tersebut memutus akses jalan utama penghubung antardesa serta menghambat seluruh aktivitas harian masyarakat setempat secara signifikan.
- Petugas gabungan sedang melakukan pembersihan material serta mengimbau warga tetap waspada terhadap ancaman bencana akibat cuaca ekstrem.
SuaraBogor.id - Bencana geologi berupa pergerakan tanah kembali menghantui warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kali ini, Desa Rawabelut di Kecamatan Sukaresmi menjadi lokasi terdampak, di mana empat rumah dilaporkan rusak parah dan 12 orang warga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya sejak satu pekan terakhir.
Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga memutus akses jalan utama, menghambat aktivitas sehari-hari warga.
Camat Sukaresmi, Azis Muslim, saat dihubungi, Jumat, menjelaskan skala dampak dari pergeseran tanah ini. Pergeseran tanah yang terjadi tidak hanya merusak rumah, tapi juga membuat jalan utama penghubung antardesa tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas warga terhambat.
Petugas gabungan dari kecamatan, desa, TNI/Polri dan masyarakat bergotong-royong menyingkirkan material longsor.
"Kejadian tersebut sudah kami laporkan ke Pemkab Cianjur dan BPBD Cianjur agar segera mendapat penanganan. Warga yang mengungsi ke rumah saudaranya diminta untuk bertahan karena cuaca ekstrem masih terjadi," katanya, dilansir dari Antara, Sabtu (25/4/2026).
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya bersama petugas gabungan meminta warga meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan agar segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
Kepala Desa Rawabelut Syarif Hidayat mengatakan, tidak hanya pergeseran tanah, cuaca ekstrem juga mengakibatkan longsor yang mengancam perkampungan serta sejumlah jalan penghubung antardesa.
Empat rumah yang rusak akibat pergeseran tanah berada di Kampung Cipeteuy, Kampung Gunung Hawu, dan Kampung Lembur Kandang.
Sebagian besar wilayah Desa Rawabelut merupakan kawasan yang sejak lama dikenal sebagai zona rawan longsor dan pergerakan tanah, sehingga diperlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
“Pergeseran tanah terjadi hampir setiap tahun terutama saat cuaca ekstrem, sehingga perlu penanganan serius agar tidak semakin membahayakan warga,” katanya.
Berita Terkait
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Kasus Kekerasan Pelajar di Cianjur Memanas, 11 Saksi Diperiksa Polisi untuk Bongkar Motifnya
-
Kabur Setelah Menabrak, Sopir Asal Bogor Tak Berkutik Dijemput Polisi Usai Tewaskan Pengacara
-
Target Idul Adha Mulus! Rudy Susmanto Kejar Pembangunan 14 Jembatan Terputus di Bogor
-
Catat Tanggalnya! Pendaftaran Pilkades Digital Cianjur Dibuka Mulai Agustus 2026
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Satu Pakaian, Sejuta Harapan: CSR ibis Styles Bogor Pajajaran Bersama Yayasan Gemilang Indonesia
-
Atap Stadion Pakansari Usai Diperbaiki, Kabupaten Bogor Siap Sambut Piala AFF 2026
-
DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM