- Rumah subsidi Pesona Kahuripan 10 (2.700 unit) dibangun pemerintah di Cileungsi dan serah terima kunci 29 September 2025.
- Program ini membantu MBR memiliki rumah dengan uang muka Rp1,85 juta dan cicilan mulai Rp1 juta per bulan.
- Fasilitas KPR fleksibel tanpa slip gaji membantu pekerja informal seperti Lili dan Sri mendapat hunian.
SuaraBogor.id - Suasana kompleks perumahan Pesona Kahuripan 10 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, tampak hidup. Anak-anak bermain riang, sementara sebagian penghuni membuka usaha rumahan skala kecil.
Kompleks yang terdiri dari 2.700 unit hunian ini merupakan bagian dari program 3 juta rumah yang diinisiasi pemerintah di bawah Presiden RI Prabowo Subianto. Adapun serah terima kunci bagi hunian di perumahan tersebut dilakukan pada 29 September 2025.
Kehadiran perumahan ini diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah dengan harga terjangkau, sekaligus membuka peluang usaha bagi para penghuninya.
Manfaat tersebut salah satunya dirasakan oleh penghuni rumah bernama Lili. Sebelum menempati perumahan tersebut, ia mengontrak rumah di daerah Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Namun, pada suatu hari, ia mendapatkan brosur berisi rumah subsidi pemerintah dan langsung memutuskan survei ke lokasi. Saat melihat langsung kondisi rumah, Lili mengaku langsung tertarik.
"Senang banget pokoknya, nggak nyangka gitu bisa ambil rumah subsidi setelah bertahun-tahun ngontrak. Alhamdulillah banget program rumah subsidi ini membantu banget buat saya," kata Lili seperti dikutip dari akun YouTube Penjaga Harapan, Kamis (19/3/2026).
Ia semakin bersyukur karena program ini memberinya kesempatan untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) tanpa harus menyertakan slip gaji, yang kerap memberatkan pekerja informal seperti dirinya dalam memiliki hunian impian.
Lili juga mengatakan bahwa proses pengajuannya pun terbilang cepat, hanya butuh sekitar dua bulan untuk mendapatkan persetujuan dari bank.
"Ini membantu banget buat saya, soalnya kan bisa dicicil gitu. Buat enggak punya uang yang banyak, tapi kan kita bisa nyicil bayarnya," imbuh dia.
Selain Lili, ungkapan syukur serupa juga terlontar dari Sri, seorang penghuni rumah subsidi yang juga membuka usaha warung kelontong di perumahan tersebut.
Ia awalnya tinggal di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan pindah ke kompleks tersebut pada September 2025. Meski mengaku senang bisa menempati hunian baru, pada awalnya ia sempat merasakan kesepian karena tidak memiliki tetangga.
Namun, seiring waktu, kawasan tersebut mulai ramai dihuni. Melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan warga, Sri pun memberanikan diri membuka usaha.
"Saya di sini jadi punya banyak saudara. Jadi orang-orang kalau kita lewat itu ya menyapa karena jadi kenal gitu. Saya jadi punya banyak tetangga, banyak saudara," jelasnya.
Bagi Sri, rumah subsidi ini tidak hanya memberinya tempat tinggal baru namun juga relasi serta peluang bisnis baru. Oleh karenanya, ia sangat berterima kasih kepada Prabowo atas program tersebut.
"Berterima kasih kepada Bapak Presiden diadakan rumah subsidi di sini, jadi saya bisa buka usaha. Mudah-mudahan yang belum punya rumah bisa punya rumah kayak kita gitu, amin," imbuh dia.
Berita Terkait
-
Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI
-
Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat